Siap untuk Selamat, BPBD Kota Yogyakarta Gelar Simulasi Peringatan Bencana di Empat Sekolah

Siap untuk Selamat, BPBD Kota Yogyakarta Gelar Simulasi Peringatan Bencana di Empat Sekolah

Sejumlah murid SDN Kotagede 3 berlarian sembari melindungi kepala saat evakuasi diri dalam simulasi bencana gempa bumi memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Sabtu (26/4/2025). --Dok. Pemkot YK

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menggelar simulasi peringatan bencana di empat Sekolah Dasar, Sabtu (26/4/2025), untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat dan pelajar sekolah jika terjadi bencana dan meminimalisir dampaknya.

Selain simulasi penananganan bencana, juga digelar apel siaga dan uji alat sistem peringatan dini dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).

"Hari Kesiapsiagaan Bencana pada tahun ini difokuskan pada simulasi bencana di sekolah, sesuai tema HKB yaitu Siap Untuk Selamat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, ditemui usai apel siaga HKB 2025.

Simulasi bencana peringatan HKB di Kota Yogyakarta diadakan di 4 sekolah yaitu SD Negeri Serangan, SD Negeri Kotagede 3, SD Muhammadiyah Sukonandi I dan II.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Yogyakarta Imbau Warga Siapkan Mitigasi Mandiri

BACA JUGA : BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Terkait Siklon 99S dan 90S, Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Bencana

Sekolah tersebut sudah dibentuk menjadi satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Simulasi untuk melatih dan meningkatkan kemampuan penyelamatan diri dan evakuasi mandiri dari bencana.

Nur menyebutkan sekolah dipilih karena arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa peringatan HKB 2025 fokus di sekolah agar menjadi perhatian. Meski demikian peringatan HKB dihadirkan untuk semua masyarakat.

"Tujuan HKB menghadirkan kesiapsiagaan di masyarakat. Kesiapsiagaan berarti kita harus mampu melaksanakan mitigasi  dan meningkatkan pengetahuan kebencanaan, latihan dan lainnya. Dengan demikian akan terbangun ketahanan lingungan dari aspek pencegahan dan penanggulangan bencana yang arahnya pada meminimalisir dampaknya," jelasnya.

BPBD Kota Yogyakarta menyatakan akan memfasilitasi terkait penanggulangan bencana dari aspek edukasi terus dilakukan kepada masyarakat dan sekolah. Tercatat, saat ini di Kota Yogyakarta sudah 28 SPAB tingkat SD dan SMP.

BACA JUGA : Hadapi Ancaman Bencana Longsor, BPBD Kabupaten Sleman Lakukan Beberapa Mitigasi Pencegahan

BACA JUGA : Status Siaga Darurat Hidrometeorologi di DIY Diperpanjang hingga Mei 2025

Salah satu SPAB yang mengadakan simulasi bencana adalah SDN 3 Kotagede dengan bencana gempa bumi. Ratusan murid dan guru terlibat dalam simulasi. Saat awal gempa mereka berlindung di bawah meja dan evakuasi ke lokasi titik kumpul sambil melindungi bagian kepala.

"Simulasi bencana ini penting karena Indonesia rawan bencana seperti gempa. Kalau anak-anak mudah memahami keselamatan dari bencana dengan simulasi ini karena mempraktikan langsung. Kita rencanakan minimal satu  semester sekali melakukan simulasi, sehingga nanti paham kalau ada bencana gempa harus berbuat apa," kata Kepala SDN Kotagede  3, Rumgayatri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: