Aksi Demonstrasi Pati, Muhammadiyah: Jangan Buat Kebijakan yang Ugal-ugalan
Ribuan warga berunjuk rasa di depan halaman Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025), menyusul adanya kebijakan yang dinilai ugal-ugalan.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, berharap pejabat publik baik di Pemerintah Pusat maupun di daerah harus pandai berkomunikasi yang baik dan arif dengan masyarakat.
“Setiap langkah harus dibicarakan secara intens dengan perwakilan masyarakat, jangan one man show, sehingga membuat kebijakan yang ugal-ugalan,” ujar Dadang dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).
Dadang menambahkan, proses komunikasi yang sehat akan mencegah munculnya kesalahpahaman dan meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan.
Menurutnya, kebijakan yang lahir dari dialog akan lebih mudah diterima dan dijalankan bersama.
BACA JUGA : DPRD DIY Terima Aduan Masyarakat Soal Rekening Diblokir, PPATK Diminta Batalkan Kebijakan
BACA JUGA : Pakar UMY Sebut Kebijakan Pembekuan Rekening ; Perlu Koordinasi dan Komunikasi Publik yang Lebih Baik
“Kita ini negara demokrasi, bukan kerajaan. Pemerintah dan masyarakat adalah mitra, sehingga setiap keputusan harus mempertimbangkan aspirasi rakyat,” katanya.
Dadang juga mengingatkan bahwa pemimpin harus bersikap terbuka terhadap kritik dan saran, serta mengedepankan etika dalam menyampaikan informasi.
“Kalau rakyat diajak bicara, didengar pendapatnya, insyaAllah akan lebih mendukung program pemerintah,” tandasnya.
Kritik Muhammadiyah tersebut menyusul terjadinya unjuk rasa yang berujung ricuh di area kawasan Pemkab Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (13/8/2025).
BACA JUGA : BEM PTNU DIY Tuntut Pemerintahan Prabowo-Gibran Jelaskan Kebijakan Efisiensi Anggaran
BACA JUGA : Punya 102 Juta Data Sampel, BPJS Ajak Mahasiswa Magang untuk Kebijakan Berbasis Bukti Ilmiah
Di mana protes demonstran tersebut dipicu kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, oleh Bupati Pati, Sudewo.
Bahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencacat 64 korban luka selama aksi demonstrasi berlangsung. Sebagian besar mendapat perwatan jalan, dan 6 orang dirawat inap di beberapa fasilitas kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: