Desa Wisata Jetisan Sleman Angkat Sejarah Sungai Pelang Lewat Tracking dan Asuransi Wisata

Desa Wisata Jetisan Sleman Angkat Sejarah Sungai Pelang Lewat Tracking dan Asuransi Wisata

Budi Santoso saat memaparkan pengembangan wisata tracking Sungai Pelang di desa wisata Jetisan, Hargobinangun, Sleman - Kristiani Tandi Rani --Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id – Desa wisata Jetisan, Hargobinangun, Sleman, memperkenalkan konsep tracking Sungai Pelang dengan pendekatan berbasis budaya dan edukasi. 

Inovasi ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan wisata berbasis komunitas yang mengutamakan kekayaan lokal sebagai daya tarik utama.

Berada di lereng Merapi yang asri, kawasan Sungai Pelang menyajikan panorama alami yang masih terjaga. Gemericik air mengalun pelan di sela batuan vulkanik, dibalut semilir angin dan rimbunnya pepohonan di sepanjang jalur sungai. 

Suasana ini menjadi latar sempurna bagi wisatawan yang ingin merasakan kedekatan dengan alam sekaligus belajar sejarah lokal.

BACA JUGA : Rakernas JKPI 2025 di Yogyakarta, Hasto Wardoyo Tegaskan Pentingnya Pelestarian Kota Pusaka

BACA JUGA : Yogyakarta Tuan Rumah Rakernas JKPI 2025, Hasto Wardoyo Pamerkan Warisan Budaya Kota Pusaka

Selain menyusuri jalur sungai, pengunjung diajak mengenal narasi lokal dan warisan budaya masyarakat yang telah hidup berdampingan dengan alam selama bertahun-tahun. 

Setiap tikungan aliran air menyimpan cerita, mulai dari asal-usul nama Pelang hingga peran sungai sebagai sumber kehidupan warga.

Ketua Kelompok Masyarakat Padukuhan Jetisan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa konsep tracking Sungai Pelang Sleman bertujuan menjadikan potensi desa sebagai identitas kuat yang mampu menarik wisatawan dan membangun citra positif kawasan.

“Kawasan desa wisata Jetisan akan mengeksplorasi sejarah, warisan budaya, serta potensi lokal lainnya. Ini bagian dari strategi branding desa kami,” katanya saat ditemui Kamis (7/8/2025).

Untuk mendukung hal tersebut, wisatawan akan ditemani oleh pemuda-pemudi Karang Taruna yang telah dibekali pelatihan pelayanan prima dan kemampuan menyampaikan cerita sejarah Sungai Pelang.

BACA JUGA : Dosen Gizi Unisa Yogyakarta Ungkap Bahaya dan Cara Kenali Beras Oplosan

BACA JUGA : Dosen Gizi Unisa Yogyakarta Ungkap Bahaya dan Cara Kenali Beras Oplosan

Para pemandu muda ini menjadi wajah sekaligus suara dari kearifan lokal Jetisan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: