Pembangunan ditargetkan selesai pada 22 Desember 2026 sesuai kontrak. Dengan waktu pengerjaan yang tersisa kurang dari dua bulan, pihaknya berupaya memaksimalkan pekerjaan fisik sebelum memasuki musim hujan.
“Dalam waktu sekitar kurang dari dua bulan lagi, pembangunan kita harapkan selesai, jangan sampai ada pekerjaan yang terganggu. Saat ini, mumpung belum musim hujan, pembangunan masih mengejar yang fisik dulu, seperti bangunan toilet,” beber Kusno.
BACA JUGA:Bukan Dibongkar, Regol Ayom Malioboro Akan Disesuaikan agar Kursi Roda Bisa Lewat
BACA JUGA:Ribuan Peserta Ramaikan Parade Suara Inklusi di Malioboro, Ada Bendera Sepanjang 1.000 Meter
Dia mengatakan, setelah memasuki musim hujan, pekerjaan akan lebih diarahkan pada penataan taman. Tahapan tersebut membutuhkan perhatian terhadap kondisi tanaman dan perawatan kawasan hijau.
Sesuai instruksi Gubernur DIY, bangunan utama yang diperbolehkan berada di kawasan RTH ABA hanya toilet dan jalur untuk jogging. Bangunan kecil lain, jika diperlukan, hanya diperuntukkan bagi kebutuhan teknis seperti genset.
“Kalaupun ada bangunan kecil, itu hanya untuk kebutuhan seperti genset, dan letaknya pun akan ada di bagian belakang RTH ABA atau di sisi paling timur RTH,” imbuh Kusno.
Selain penataan taman, terdapat perubahan pada desain sudut gerbang masuk RTH ABA. Jika sebelumnya gerbang direncanakan menyerong ke arah Jalan Malioboro, desain terbaru mengarah lurus ke barat.