YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mendorong percepatan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Abu Bakar Ali (ABA) agar selesai sesuai target kontrak pada 22 Desember 2026. Hingga Jumat (23/10/2026), progres pembangunan telah mencapai lebih dari 40 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menilai percepatan pembangunan perlu dilakukan agar keberadaan RTH ABA dapat mendukung berbagai kegiatan di kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta.
“Jadi harapan besar kami, pembangunan bisa sesuai dengan schedule yang sudah disepakati bersama dengan pihak ketiga. Setelah kami tinjau hari ini, kayaknya pembangunannya juga perlu di-push,” ujar Made saat meninjau pembangunan RTH ABA, Jumat (23/10/2026).
Ia berharap penyelesaian pembangunan RTH ABA dapat beriringan dengan kegiatan lain yang berlangsung di sepanjang kawasan Sumbu Filosofis.
BACA JUGA:Ruang Terbuka Hijau Eks Parkir ABA Disiapkan, Sri Sultan Ingin Taman Indah Minim Beton
BACA JUGA:Tak Lagi Parkir di TKP Senopati, Bus Taman Pintar Kini Diarahkan ke Sriwedani
“Kita maunya ke depan selesainya pembangunan RTH bisa berbarengan dengan kegiatan-kegiatan lain di sepanjang Sumbu Filosofis,” katanya.
Made menjelaskan, RTH ABA dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan dan dinikmati masyarakat. Karena itu, setelah pembangunan selesai, keberadaan kawasan tersebut diharapkan dijaga bersama agar tetap nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Ia juga meminta masyarakat memahami bahwa proses pembangunan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara. Meski demikian, Pemda DIY terbuka terhadap kritik dan masukan untuk mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan.
“Namanya kita melakukan sesuatu untuk menuju yang lebih baik itu, ada yang namanya proses. Dalam proses itu, ada kemungkinan ketidaknyamanan,” jelasnya.
BACA JUGA:Malioboro Bebas Rokok Terbukti? DLH Yogyakarta: Puntung Rokok Usai WJNC Tidak Banyak
BACA JUGA:Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Ribuan Warga Membatik Bersama di Malioboro Jogja
Made menegaskan, kritik dari masyarakat tetap diperlukan, terutama jika disertai masukan yang dapat menjadi solusi bagi pelaksanaan pembangunan.
“Karena itu kita terbuka untuk kritik, seperti yang lalu-lalu, kita menerima kritik dan melakukan evaluasi. Kritik tentu boleh, tapi mari kita sama-sama diberikan solusi juga, ini tentu akan kami perhatikan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menyebut pembangunan RTH ABA telah berjalan sekitar delapan minggu dengan progres lebih dari 40 persen.