Hujan Mulai Menyentuh Puncak Merapi, Intensitas tertinggi Tercatat Pada 30 September

Jumat 02-10-2026,19:19 WIB
Reporter : Dhani Irawan
Editor : Syamsul Falaq

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya. Potensi guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya, yakni Kali Boyong maksimal 5 kilometer, serta Kali Bedog, Krasak dan Bebeng maksimal 7 kilometer.

BACA JUGA : Kebakaran Hutan Gunung Merapi Capai 30 Hektare, Tim Masih Lakukan Mopping Up

BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Awan Panas Selasa Malam, Luncur 2 Kilometer ke Arah Boyong

Sementara sektor tenggara meliputi Kali Woro maksimal 3 kilometer dan Kali Gendol maksimal 5 kilometer. Lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif berpotensi mencapai radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diminta mengantisipasi lahar dan awan panas guguran ketika hujan turun di kawasan puncak, serta mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik. Pemantauan informasi resmi aktivitas Merapi juga perlu terus dilakukan karena perubahan aktivitas yang signifikan dapat menjadi dasar peninjauan kembali status Gunung Merapi.

Dengan demikian, meski hujan belum merata dirasakan di wilayah DIY, air hujan sudah mulai tercatat di kawasan puncak Merapi. Catatan 46,96 milimeter per jam di Pos Babadan pada 30 September menjadi pengingat bahwa ketika hujan turun di atas Merapi, kewaspadaan terhadap aliran material vulkanik di sungai-sungai berhulu Merapi perlu ditingkatkan. 

Kategori :