Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga, 408 Gempa Guguran Terekam Sepekan
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih pada Sabtu (29/8/2026) pagi. BPPTKG menegaskan status Merapi masih Level III (Siaga) dan meminta warga menjauhi kawasan bahaya.--dok. Induk Frekom 86
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau cukup tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menetapkan status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau SIAGA berdasarkan hasil pengamatan periode 30 Oktober hingga 5 November 2026.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa aktivitas Merapi masih didominasi erupsi efusif. Data pemantauan juga menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di kawasan yang masuk daerah bahaya.
“Berdasarkan laporan aktivitas mingguan tersebut, potensi bahaya utama Gunung Merapi berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) pada sejumlah alur sungai yang berhulu di puncak Merapi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2026).
Pada sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.
BACA JUGA : 14 Pendaki Ilegal Diamankan di Gunung Merapi via Selo, Ternyata Ikut Open Trip
Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
BPPTKG juga mengingatkan bahwa apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
“Hasil pengamatan visual selama periode 30 Oktober hingga 5 November 2026 menunjukkan Gunung Merapi masih mengeluarkan asap berwarna putih dengan ketebalan tipis hingga tebal. Asap teramati bertekanan lemah dengan tinggi berkisar antara 25 hingga 200 meter,” katanya.
Aktivitas guguran lava juga masih terjadi. BPPTKG mencatat sebanyak 9 kali guguran lava ke arah hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
BACA JUGA : Hujan Masuki Hari Kedua Guyur Lereng Merapi, Warga Cangkringan Lega Sekaligus Tetap Waspada
BACA JUGA : Hujan Deras Guyur Lereng Merapi, Petani Kepuharjo Kembali Tanam Jagung dan Kacang Tanah
Selain itu, tercatat 8 kali guguran lava ke arah hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.
“Dari hasil analisis morfologi kubah lava, teramati sedikit perubahan pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sementara itu, morfologi Kubah Tengah tidak menunjukkan perubahan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: