"Cuma bilang, 'Terima kasih, Mas'. Cuma itu. Kok langsung enteng," kenangnya.
Bagi orang lain, kisah tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Anang, pengalaman itu menjadi salah satu bagian paling kuat dari perjalanan panjangnya sebagai relawan.
Siap Sebelum Dibutuhkan
Menjadi relawan di wilayah KRB membuat kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Setiap saat, situasi bisa berubah dan kebutuhan pertolongan dapat datang tanpa banyak waktu untuk bersiap.
Karena itu, bagi Mas Jabling dan rekan-rekannya, latihan, komunikasi, kekompakan serta kesiapan menghadapi kondisi terburuk menjadi bekal yang harus terus dipelihara.
Jumlah personel yang stand by memang terbatas. Tetapi ketika operasi besar membutuhkan tenaga tambahan, jaringan relawan dapat digerakkan bersama.