Warga Korban Erupsi Merapi Kini Punya Sertifikat Huntap, Sri Sultan Titip Pesan Ini
Sebanyak 46 SHM huntap warga terdampak erupsi Merapi 2010 di Cangkringan Sleman diserahkan, Selasa (29/9/2026). Sri Sultan meminta sertifikat dijaga dan lingkungan Merapi dirawat.--dok. Pemda DIY
SLEMAN, diswayjogja.id - Sebanyak 46 sertifikat hak milik (SHM) hunian tetap (huntap) akhirnya diserahkan kepada warga terdampak erupsi Gunung Merapi 2010 di Kalurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa (29/9/2026).
Dari total 46 sertifikat yang diserahkan, sebanyak 43 penerima berasal dari Kalurahan Kepuharjo, sedangkan tiga lainnya merupakan warga Kalurahan Umbulharjo.
Bagi warga penghuni huntap, sertifikat tersebut menjadi penanda penting dalam proses pemulihan setelah kehilangan rumah dan lingkungan tempat tinggal akibat erupsi Merapi 2010.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta warga menyimpan sertifikat dengan baik dan tidak sembarangan meminjamkannya, termasuk dengan alasan untuk fotokopi.
BACA JUGA : Pakar UGM Ingatkan Huntap Sumatra Harus Cegah Bencana Berulang
BACA JUGA : Sertifikat SG dan PAG Diserahkan ke Keraton dan Pakualaman, Sertifikasi Tembus 75 Persen
Menurut Sri Sultan, sertifikat merupakan aset penting keluarga yang perlu dijaga agar tidak disalahgunakan dan justru menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
"Saya mohon dengan sangat, hati-hati menyimpannya. Jangan sampai alasannya difotokopi, pinjam satu hari saja, tetapi barang itu bisa lepas," ujar Sri Sultan di Kantor Kalurahan Kepuharjo, Sleman.
Selain memberikan kepastian hak atas tanah, Sri Sultan juga menitipkan pesan kepada warga untuk tetap menjaga lingkungan di kawasan Merapi.
Menurutnya, reboisasi dan penguatan vegetasi penting dilakukan untuk menjaga kawasan sekaligus membantu mengurangi risiko longsor maupun dampak material ketika Gunung Merapi kembali mengalami aktivitas.
BACA JUGA : Lurah Pendowoharjo Akui Ada Dugaan Sertifikat Digadaikan, Proses Pemberhentian Dukuh Mulai Dikaji
BACA JUGA : Dugaan Sertifikat PTSL Warga Digadaikan, Massa Aksi Datangi Kantor Kelurahan Pendowoharjo
"Harapan kami ada reboisasi dengan harapan bisa jadi menghalangi kalau Merapi punya aktivitas-aktivitas," katanya.
Sri Sultan juga mendorong pengembangan kopi Merapi sebagai salah satu alternatif sumber penghasilan masyarakat. Pengembangan komoditas tersebut dinilai dapat menjadi pilihan penghidupan warga tanpa harus mengandalkan aktivitas penambangan yang berpotensi mengubah kondisi lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: