"Kita susuri juga ya, ini karena apa. Kemarin kan juga karena bahan bakunya, masaknya, matang sempurna seperti itu," ujarnya.
BACA JUGA : Aktivis Buruh Giyanto: MBG Bukan Program Tapi Proyek Kapitalisme, Kaum Buruh Paling Dirugikan
BACA JUGA : JCW Kembali Desak Program MBG Dihentikan, Soroti Lemahnya Tata Kelola, Kasus Keracunan Terus Terjadi
Dalam melakukan pemantauan, tim juga tidak selalu memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pengelola SPPG. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat melihat kondisi operasional sebagaimana berlangsung sehari-hari.
"Kejadian-kejadian yang tadi pagi pun juga kebetulan ya dituntun saja. Kita tidak ngasih tahu juga ke SPPG-nya mana-mana yang mau kita datangi," tutur Ni Made.
Ia menegaskan, temuan di lapangan akan menjadi perhatian bersama untuk dilakukan perbaikan. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program harus memiliki komitmen yang sama untuk menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Jadi itu perbaikan, jadi perhatian bersama ke depan. Tidak bisa juga menjalankan sesuatu sebenarnya harus punya komitmen yang sama untuk menjalankan," tegasnya.
BACA JUGA : 14 Dapur MBG DIY Disetop, Anggaran Dihentikan hingga Perbaikan Selesai
BACA JUGA : Libur MBG Picu Harga Telur dan Ayam Turun, Ibu Rumah Tangga Senang, Peternak Mulai Waswas
Ni Made menambahkan, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah mengeluarkan pedoman operasional. Karena itu, pelaksana di lapangan tinggal memastikan seluruh ketentuan tersebut benar-benar dijalankan.
"Kan sudah, BGN sudah mengeluarkan SOP-nya. Tinggal mereka mau menjalankan sesuai dengan aturan atau tidak," pungkasnya.