Pascakericuhan Malioboro, Aktivitas Wisata dan Ekonomi Jogja Kembali Normal

Pascakericuhan Malioboro, Aktivitas Wisata dan Ekonomi Jogja Kembali Normal

Aktivitas pariwisata dan perekonomian di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, kembali berjalan normal pada Kamis (29/10/2026), sehari setelah kericuhan mewarnai aksi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) malam.--FOTO : Istimewa

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Aktivitas pariwisata dan perekonomian di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, kembali berjalan normal pada Kamis (29/10/2026), sehari setelah kericuhan mewarnai aksi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) malam.

Kondisi tersebut terlihat dari kembali berlangsungnya aktivitas masyarakat di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Para pedagang kembali menjalankan kegiatan perdagangan, sementara aktivitas wisata dan mobilitas warga berangsur berjalan seperti sediakala.

Salah seorang pedagang Pasar Beringharjo, Arif, menyampaikan bahwa aktivitas di pasar tersebut telah kembali berjalan normal. Kondisi ini menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan ekonomi masyarakat di pusat perdagangan dan wisata Yogyakarta tetap berlangsung setelah kericuhan pada malam sebelumnya.

“Pasar Beringharjo juga sudah beraktivitas secara normal,” ujar Arif.

BACA JUGA : Polda DIY Sebut Massa Tak Dikenal Picu Kericuhan Malioboro, Satu Orang Diamankan Bawa Sajam

BACA JUGA : Aksi Ricuh di Rel Teteg Malioboro, Massa Dipukul Mundur hingga Tugu Jogja

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan Malioboro, Gedung DPRD DIY, serta wilayah Yogyakarta secara umum telah kondusif.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, personel kepolisian tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat, termasuk di kawasan yang menjadi pusat aktivitas wisata.

"Kami pastikan hari ini seluruh aktivitas pariwisata di Malioboro, roda ekonomi masyarakat, serta mobilitas warga di Daerah Istimewa Yogyakarta berjalan dengan normal, aman, dan nyaman. Personel Polri tetap bersiaga melakukan pelayanan publik untuk menjamin rasa aman di tengah masyarakat," ujar Ihsan di Mapolda DIY, Kamis (29/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pelaku usaha, wisatawan, serta berbagai elemen masyarakat yang tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh dinamika yang terjadi pada malam sebelumnya.

BACA JUGA : Mau ke Malioboro Hari Ini? Simak Skema Rekayasa Lalu Lintas Saat Aksi 28 Oktober

BACA JUGA : Kericuhan Aksi di Malioboro, Satu Keluarga Wisatawan Bersembunyi di Kamar Mandi TIC Jogja

Menurut Ihsan, aksi mahasiswa, akademisi, dan elemen pemuda yang menyampaikan aspirasi sejak pagi hingga sore hari pada Rabu (28/10/2026) berlangsung damai dan tertib. Namun, situasi berubah pada malam harinya ketika terjadi gesekan yang melibatkan sejumlah orang.

Polda DIY menyebut kericuhan tersebut dipicu oleh ulah oknum yang diduga menyusup dan melakukan provokasi. Mereka disebut melakukan pelemparan benda keras, petasan, kembang api, serta material berbahaya lainnya ke arah petugas pengamanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait