"Semoga luncuran tidak sampai vegetasi yang kering jadi masih bisa tetap terkendali," tandas Heri.
Pemantauan dilakukan tim lapangan untuk mengantisipasi apabila kondisi api maupun asap berkembang. TNGM juga terus mencermati kondisi vegetasi di kawasan yang berpotensi terdampak luncuran material vulkanik.
BACA JUGA : Aktivitas Merapi Pekan Ini: 674 Gempa Guguran dan Potensi Bahaya Hingga 7 Km
BACA JUGA : Merapi Muntahkan Awan Panas 2 Km, BPPTKG Deteksi Aktivitas Jumat Malam
Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi yang dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), periode pengamatan Minggu (6/9/2026) pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan tertulis menyebut kondisi cuaca di sekitar Merapi berawan dengan angin bertiup lemah ke arah utara. Suhu udara tercatat 20,4 derajat Celsius dengan kelembapan 74 persen dan tekanan udara 876,3 mmHg.
Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas dan tidak terlihat asap kawah. Namun, aktivitas kegempaan masih tercatat. Pada periode tersebut terjadi 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan durasi 29,94-139,74 detik.
Selain itu tercatat sembilan kali gempa hybrid/fase banyak, dua kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.
BPPTKG juga mencatat delapan kali guguran lava ke arah barat daya, yakni menuju Kali Sat/Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
BACA JUGA : Merapi Dua Hari Berturut-turut Keluarkan Awan Panas Guguran, Status Masih Siaga
BACA JUGA : Merapi Kembali Erupsi Guguran, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer Selasa Pagi
BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya. Potensi tersebut meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya," beber Agus.
BPPTKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Warga juga diminta mewaspadai ancaman lahar maupun awanpanas guguran, terutama ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi gangguan yang dapat ditimbulkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi.