Saat Monyet Ekor Panjang Lereng Merapi “Sambangi” Kemah Pengunjung Wisata
Populasi monyet ekor panjang di hutan lereng gunung Merapi aktif dan tidak terlalu takut berinteraksi dengan manusia--FOTO : Dhani Irawan / diswayjogja id
SLEMAN, diswayjogja.id — Keberadaan monyet ekor panjang menjadi salah satu pemandangan yang kerap dijumpai wisatawan saat beraktivitas di kawasan lereng Gunung Merapi. Satwa liar tersebut bahkan sesekali mendekati area perkemahan dan lokasi wisata yang berada tidak jauh dari habitatnya.
Dalam pantauan diswayjogja, Sabtu ( 5/9/2026) Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan satwa asli kawasan lereng Merapi, populasinya terlihat cukup banyak, terutama di kawasan hutan dan bantaran sungai seperti Kali Kuning, Kali Boyong, serta kawasan Deles di lereng Merapi bagian selatan.
Bagi sebagian wisatawan, kemunculan kawanan monyet tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Selain menikmati panorama alam, pengunjung dapat melihat aktivitas satwa liar yang masih hidup di habitat alaminya.
Salah seorang pengunjung, Khoirul Hidayat, mengatakan keberadaan monyet di kawasan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi wisatawan.
BACA JUGA : Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang Jadi Pilihan Liburan Akhir Pekan, Pengunjung Waspadai Monyet Liar
BACA JUGA : OTT dan Evakuasi Hewan Tetap Dilayani Berdasarkan Prioritas, Damkar Jogja Perketat Layanan Non-Darurat
“Hewan monyet ini juga berteman dengan kita. Memang ini bisa menjadi hiburan tersendiri. Selain pemandangan, kita juga bisa melihat hewan-hewan kera atau monyet yang ada di sini,” ujar Khoirul.
Meski demikian, Khoirul mengingatkan pengunjung agar tetap berhati-hati. Menurutnya, monyet-monyet yang berada di kawasan tersebut cukup aktif sehingga wisatawan perlu menjaga barang bawaan dan makanan.
“Cuman memang untuk monyet-monyet di sini agak aktif, ya. Sehingga kita perlu berhati-hati untuk barang-barang yang berharga, makanan perlu kita simpan supaya nanti kita dalam berlibur itu aman, Meleng sedikit monyet bisa dengan cepat ambil makanan kita” katanya.
Keberadaan monyet ekor panjang di lereng Merapi pada dasarnya merupakan bagian dari ekosistem kawasan tersebut. Satwa ini dapat beraktivitas di hutan maupun bantaran sungai dan dalam kondisi tertentu mendekati ladang, permukiman, maupun lokasi yang banyak dikunjungi manusia.
BACA JUGA : Gunungkidul Jadi Gudang Ternak DIY, 51 Hewan Kurban Resmi Disalurkan ke Wilayah Terpencil
BACA JUGA : Stok Hewan Kurban Bantul Aman Jelang Iduladha 2026, Harga Naik tapi Masih Stabil
Kemunculan monyet di sekitar kawasan wisata juga tidak serta-merta menjadi pertanda adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) sebelumnya telah menjelaskan bahwa perjumpaan manusia dengan kelompok monyet di wilayah jelajahnya merupakan aktivitas yang dapat terjadi secara normal.
Interaksi antara satwa dan manusia tetap perlu disikapi dengan bijak. Pengunjung disarankan tidak memberikan makanan kepada monyet, tidak mengganggu atau mengejar satwa, serta menyimpan makanan dan barang-barang yang dapat menarik perhatian monyet.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: