Aktivitas Merapi Pekan Ini: 674 Gempa Guguran dan Potensi Bahaya Hingga 7 Km
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. BPPTKG mencatat 103 guguran dalam sehari dan mengimbau warga menjauhi kawasan bahaya karena status Merapi masih Level III (Siaga).--dok. Induk Frekom 86
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi dengan karakter erupsi efusif. Status aktivitas gunung api yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu tetap berada pada Level III (Siaga).
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan hasil pemantauan periode 21–27 Agustus 2026 menunjukkan suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di dalam kawasan bahaya.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan laporan mingguan BPPTKG, selama periode pengamatan terjadi satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih.
BACA JUGA : Asap di Gunung Merapi Bikin Heboh, TNGM Jelaskan Sumber Asap dan Kondisi Terkini
BACA JUGA : Merapi Muntahkan Awan Panas 2 Km, BPPTKG Deteksi Aktivitas Jumat Malam
Selain itu, aktivitas guguran lava masih terus berlangsung di sejumlah alur sungai berhulu di Merapi, meliputi Kali Sat/Putih sebanyak 35 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter, Kali Krasak sebanyak 23 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter, Kali Bebeng sebanyak 5 kali dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter, Kali Boyong sebanyak 3 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter, hingga Kali Apu sebanyak 1 kali dengan jarak luncur sekitar 500 meter.
Secara visual, asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal masih terlihat hampir setiap hari dengan ketinggian berkisar antara 40 hingga 525 meter dari puncak.
BPPTKG juga mencatat adanya sedikit perubahan morfologi pada Kubah Barat Daya akibat aktivitas guguran lava. Sementara Kubah Tengah belum menunjukkan perubahan berarti.
"Berdasarkan analisis foto udara pada 15 Agustus 2026, volume Kubah Barat Daya diperkirakan mencapai sekitar 4,07 juta meter kubik, sedangkan Kubah Tengah sekitar 2,37 juta meter kubik," ujar Agus.
BACA JUGA : Merapi Dua Hari Berturut-turut Keluarkan Awan Panas Guguran, Status Masih Siaga
BACA JUGA : Soal Pendakian Gunung Merapi, BPPTKG: Rekomendasi Tetap Sama, Jangan Beraktivitas di Daerah Bahaya
Dari sisi kegempaan, jaringan seismik BPPTKG merekam sebanyak, 674 gempa guguran, 499 gempa fase banyak, 27 gempa vulkanik dangkal, 1 gempa awan panas guguran, serta 10 gempa tektonik.
Meski demikian, BPPTKG menyebut intensitas kegempaan pada pekan ini lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: