YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran pada Selasa (11/8/2026) pagi. Awan panas guguran tercatat meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya, menuju hulu Kali Sat/Putih.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa awan panas guguran terjadi pada pukul 08.17 WIB.
Berdasarkan laporan Badan Geologi, awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 44,11 milimeter dengan durasi 118,17 detik.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Selasa, 11/08/2026. Pukul 08:17 WIB, estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maks 44,11 mm durasi 118,17 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," ungkap Agus dalam keterangan tertulis.
BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Guguran Pagi Ini, Awan Panas Meluncur 2 Km ke Arah Barat Daya
BACA JUGA : Aktivitas Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terekam 148 Detik
Masyarakat diimbau tidak mendekati daerah bahaya maupun alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta tetap mematuhi rekomendasi resmi yang telah ditetapkan.
Dalam laporan aktivitas Gunungapi periode pengamatan Selasa (11/8/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Pada periode tersebut, kondisi cuaca di sekitar Merapi terpantau berawan dan cerah. Angin bertiup tenang ke arah timur, dengan suhu udara berkisar 15,2-17 derajat Celsius dan kelembapan 82-92,5 persen.
“Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati mencapai ketinggian sekitar 100 meter di atas puncak kawah,” ujarnya.
BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Awan Panas Selasa Malam, Luncur 2 Kilometer ke Arah Boyong
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Terjadi Jumat Malam, Status Masih Siaga
Aktivitas kegempaan juga masih tercatat. Pada periode pengamatan tersebut terjadi 21 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-19 mm dan durasi 35,3-152,58 detik.
Selain itu, tercatat 33 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-33 mm dan durasi 9,82-34,31 detik. Sementara gempa vulkanik dangkal tercatat satu kali dengan amplitudo 19 mm dan durasi 19,1 detik.
BPPTKG menyebut potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor. Pada sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer. Sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya hingga maksimal 7 kilometer.