Menu MBG Disorot,Orang Tua Dorong Variasi Protein Hewani Tak Hanya Ayam dan Telur

Menu MBG Disorot,Orang Tua Dorong Variasi Protein Hewani Tak Hanya Ayam dan Telur

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan. Kali ini bukan hanya soal kecukupan gizi, tetapi juga variasi menu dan dampaknya terhadap harga bahan pangan. --FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan. Kali ini juga mencakup kecukupan gizi, yaitu variasi menu dan dampaknya terhadap harga bahan pangan. Selama ini menu protein hewani banyak diambilkan dari daging ayam dan telur, sangat jarang ikan. Tingginya kebutuhan telur dan daging ayam untuk menu MBG disebut ikut dirasakan pelaku usaha makanan kecil yang kini harus menghadapi kenaikan harga bahan baku.

Seorang ibu penjual gudeg kaki lima di sekitar Lapangan Banyuraden, Gamping, Sleman, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengaku berada dalam posisi serba sulit. Menaikkan harga jual makanan dikhawatirkan memicu keluhan pelanggan, sementara mempertahankan harga lama membuat keuntungan semakin tipis.

"Kalau harga telur naik, kami mau menaikkan harga jual takut pelanggan komplain. Tapi kalau harga tetap, keuntungan kami yang berkurang," katanya kepada Disway Jogja, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, telur merupakan salah satu bahan penting dalam sajian gudeg sehingga perubahan harga telur langsung berpengaruh terhadap biaya produksi sehari-hari.

BACA JUGA : Sampai saat ini Ratusan Siswa Keracunan MBG di Sleman, Caksana Institute Soroti Perda Kabupaten Layak Anak

BACA JUGA : Kepala SPPG Dlingo Bantul Minta Maaf Usai Video Staf Diduga Olok-olok Korban MBG Viral

Persoalan harga telur tersebut menjadi bagian lain dari perhatian terhadap pelaksanaan program MBG. Di sisi penerima manfaat, orang tua juga mulai menyoroti keberagaman sumber protein hewani yang disajikan dalam menu.

Rindi Astika Yuliana, seorang ibu sekaligus pengajar di salah satu kampus swasta di Yogyakarta, mengatakan anaknya merupakan salah satu penerima menu MBG. Ia menilai menu yang disajikan masih cukup sering menggunakan ayam dan telur, sementara ikan relatif jarang diberikan.

"Variasi menu sehat, terutama ikan, ini hampir tidak pernah ada. Padahal protein hewani dari ikan juga sangat baik untuk perkembangan anak," kata Rindi.

Menurut Rindi, variasi sumber protein penting agar anak memperoleh asupan nutrisi yang lebih beragam. Ikan, kata dia, seharusnya dapat menjadi salah satu pilihan menu dalam program MBG, bukan hanya ayam dan telur.

BACA JUGA : Hasil Uji Lab MBG SMK Negeri 2 Jogja Masih Ditunggu, Tinggal 3-5 Siswa Alami Diare

BACA JUGA : 413 Orang di SMK Negeri 2 Yogyakarta Keluhkan Mual hingga Diare Usai Santap MBG

Di sisi lain, peningkatan kebutuhan telur melalui program berskala besar seperti MBG memang dapat memberikan peluang bagi peternak karena permintaan meningkat. Namun, kondisi tersebut juga dapat memberikan tekanan bagi pelaku usaha makanan yang setiap hari membutuhkan telur sebagai bahan baku.

Situasi ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki dampak yang cukup luas, bukan hanya bagi anak-anak penerima manfaat, tetapi juga bagi peternak, pedagang bahan pangan hingga pelaku usaha kuliner kecil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: