Kebakaran Hutan Gunung Merapi Capai 30 Hektare, Tim Masih Lakukan Mopping Up
Titik api kembali terpantau di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Minggu (6/9/2026). TNGM menyebut asap masih terlihat namun mulai mengecil, sementara BPPTKG mempertahankan status Merapi Level III atau Siaga.--dok. IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), tepatnya di Blok Gentong, Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Srumbung, Kabupaten Magelang, telah menghanguskan sekitar 30 hektare vegetasi pinus.
Hingga Kamis (24/9/2026), tim gabungan masih melakukan mopping up untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.
Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo, mengatakan kebakaran pertama kali terjadi pada Selasa (22/9/2026) sore dan upaya pemadaman terus dilakukan bersama BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat.
“Kebakaran di Blok Gentong, Resort Srumbung, SPTN I Magelang, TNGM pada 22 September hingga tadi masih dilakukan upaya pemadaman sampai pukul 18.30 WIB. Vegetasi berupa pinus dengan luasan kurang lebih 30-an hektare,” kata Heri saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
BACA JUGA : Risiko Merapi dan Megathrust Tinggi, Anggaran Bencana DIY Rp18,3 Miliar Dipertanyakan
BACA JUGA : Titik Api Kembali Terpantau di Lereng Merapi, TNGM: Asap Mulai Mengecil
Heri menegaskan hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Ia juga belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan guguran aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
“Kalau yang Srumbung belum diketahui penyebabnya,” ujarnya.
Balai TNGM menjelaskan, pada malam hari setelah kebakaran terjadi kondisi sempat dinilai mulai kondusif sehingga direncanakan dilakukan mopping up pada keesokan harinya.
Namun saat tim kembali turun ke lokasi pada 23 September, api ternyata masih menyala di sejumlah titik sehingga pemadaman kembali dilanjutkan.
BACA JUGA : Asap di Gunung Merapi Bikin Heboh, TNGM Jelaskan Sumber Asap dan Kondisi Terkini
BACA JUGA : Merapi Dua Hari Berturut-turut Keluarkan Awan Panas Guguran, Status Masih Siaga
Menurut TNGM, kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam pengendalian kebakaran. Udara yang panas, vegetasi kering sebagai bahan bakar alami, serta angin kencang mempercepat penyebaran api di kawasan hutan pinus tersebut.
Hingga malam hari, tim gabungan masih berjibaku melakukan pengendalian agar kebakaran tidak meluas ke area lain di kawasan konservasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: