GKR Mangkubumi: UMKM Terus Berkembang, Ekonomi DIY Harus Semakin Berkualitas

GKR Mangkubumi: UMKM Terus Berkembang, Ekonomi DIY Harus Semakin Berkualitas

Dunia usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadapi perubahan yang semakin cepat. Kondisi tersebut mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY untuk memperkuat peran dalam mendampingi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UM--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Dunia usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadapi perubahan yang semakin cepat. Kondisi tersebut mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY untuk memperkuat peran dalam mendampingi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu berkembang dan naik kelas.

Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi, mengingatkan akan tantangan usaha kedepan harus disikapi dengan cepat karena perubahan juga sangat cepat. GKR Mangkubumi ditemani Ketua Dewan Pertimbangan Syahrul Hasibuan, Ketua Dewan Penasehat Wawan Harmawan, Wakil Ketua Dewan Penasehat Ahmad Ardianto, serta sejumlah pengurus lainnya.

“Kita menyadari bahwa dunia usaha terus menghadapi perubahan yang sangat cepat,” ungkap GKR Mangkubumi dalam keterangan yang diterima diswayjogja, Sabtu (26/9/2026)

Menurutnya, perubahan tersebut terjadi di berbagai sektor, mulai dari transformasi digital, perkembangan teknologi, perubahan pola konsumsi, hingga dinamika perdagangan global. Karena itu, dunia usaha perlu memiliki kesiapan untuk menghadapi perubahan tersebut secara bersama-sama.

BACA JUGA : Pelajar Belajar Bikin Topeng dari Koran Bekas, Kreatif dan Bisa Bernilai Ekonomi

BACA JUGA : Hingga Akhir Juni 2026 Penyaluran KUR BRI Capai Rp103,81 Triliun, Dukung Agenda Pemberdayaan Ekonomi Danantara 

“KADIN harus semakin hadir dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, khususnya dalam memperkuat UMKM,” tegasnya.

GKR Mangkubumi mengatakan KADIN tidak hanya memiliki peran dalam meningkatkan daya saing industri, tetapi juga membuka akses pasar dan pembiayaan, mendorong investasi, memperkuat hilirisasi, serta menciptakan ekosistem usaha yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi DIY. Pelaku UMKM dinilai membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.

Sementara itu, Rapimda KADIN DIY 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan langkah strategis dunia usaha di DIY.

BACA JUGA : Sensus Ekonomi 2026 Tembus 90 Persen, Data Agregat Terjamin Rahasia Jadi Acuan Statistik

BACA JUGA : Lampu Retro dari Semin Tembus Pasar Mancanegara, UMKM Garotan Bertahan Puluhan Tahun

Rapimda yang mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan Untuk Indonesia Mendunia, UMKM Naik Kelas, Ekonomi DIY Berkualitas” tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026.

“Kami berharap Rapimda tidak berhenti pada pembahasan organisasi, tetapi menghasilkan program dan rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat memberikan dampak langsung bagi perkembangan dunia usaha dan perekonomian daerah, khususnya ekonomi kerakyatan,” kata GKR Mangkubumi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait