"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," imbuh Agus.
Ia menambahkan, apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan, evaluasi terhadap tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera dilakukan.