Indonesia Hadapi Lima Bencana Bersamaan, Jusuf Kalla: PMI Kerahkan 200 Tangki Air

Indonesia Hadapi Lima Bencana Bersamaan, Jusuf Kalla: PMI Kerahkan 200 Tangki Air

Ketua PMI Jusuf Kalla menyebut Indonesia tengah menghadapi lima bencana secara bersamaan. PMI telah mengerahkan hampir 200 tangki air, relawan, dan dokter, sementara stok darah nasional disebut masih dalam kondisi aman.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyoroti kondisi Indonesia yang saat ini menghadapi lima bencana secara bersamaan di berbagai daerah. 

Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan perhatian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar operasi kemanusiaan dapat berjalan maksimal.

Menurut JK, sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi bencana yang memerlukan penanganan serius.

“Belakangan seperti kita rasakan dan ketahui, bencana bersamaan di Sumatera Utara, Aceh belum selesai, kemudian di Nusa Tenggara Timur sebagian besar. Semuanya membutuhkan perhatian kita semua dan pemerintah,” ujar JK di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).

BACA JUGA : Soal Sikap Kritis Akademisi, Ini Pesan Jusuf Kalla untuk Demokrasi Indonesia

BACA JUGA : Risiko Merapi dan Megathrust Tinggi, Anggaran Bencana DIY Rp18,3 Miliar Dipertanyakan

JK menjelaskan PMI telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu penanganan bencana, mulai dari distribusi air bersih saat kekeringan hingga pengiriman tenaga medis ke daerah terdampak.

“Seperti yang Anda lihat pada kekeringan, kita mengerahkan ratusan, hampir 200 tangki di seluruh Indonesia. Kemudian di NTT, logistik, relawan, dokter,” katanya.

JK menyebut Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire, sehingga ancaman bencana alam maupun bencana kemanusiaan akan terus menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Dia mengatakan saat ini PMI tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, penghijauan, serta penguatan toleransi sosial untuk mengurangi potensi konflik.

BACA JUGA : Eks Bos BMKG Dwikorita Dukung Pusat Vulkanologi Masuk BMKG, Bukan Merger Badan Geologi

BACA JUGA : Ancaman Megathrust, Dwikorita Sebut DIY Sudah Siap Hadapi Gempa dan Tsunami

Selain membahas penanganan bencana, JK juga menyoroti ketersediaan stok darah secara nasional. Ia menilai Unit Donor Darah (UDD) PMI, termasuk di Yogyakarta, masih mampu menjaga pasokan darah dengan baik.

“UDD di sini sangat bagus dan hari Minggu pun bekerja. Persediaan cukup, hampir untuk tiga hari ke depan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait