YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan setelah terjadi awan panas guguran (APG) pada Rabu (8/7/2026) pukul 11.46 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas tersebut meluncur sejauh 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Boyong.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, melalui keterangan tertulis menyampaikan, awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 48,29 milimeter dengan durasi 204,56 detik.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 11.46 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke barat daya atau hulu Kali Boyong," ujarnya.
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana serta menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
BACA JUGA : Marak Pendakian Gunung Merapi, TNGM Siapkan Dialog dengan Warga daripada Penjagaan Ketat
BACA JUGA : Gunung Merapi Dua Kali Luncurkan Awan Panas Guguran Pagi Ini, BPPTKG Minta Warga Jauhi Alur Sungai
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, petugas juga mencatat berbagai aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi.
Selain satu kali awan panas guguran, tercatat 33 kali gempa guguran, 14 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.
Secara visual, puncak Merapi terpantau jelas dengan asap kawah berwarna putih, berintensitas tipis, dan mencapai tinggi sekitar 50 meter di atas puncak.
BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Satu Awan Panas Guguran Terjadi Minggu Sore
BACA JUGA : Merapi Luncurkan Empat Awan Panas Guguran dalam Semalam, Warga Diimbau Waspadai Bahaya Lahar dan Erupsi
Sementara itu, petugas juga mengamati 10 kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menyebut potensi bahaya utama masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.