Merapi Dua Kali Luncurkan Awan Panas dalam Sehari, BPPTKG Minta Warga Jauhi Zona Bahaya
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (8/7/2026) sore sejauh 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi zona bahaya karena status Merapi masih Level III (Siaga).--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan pada Rabu (8/7/2026) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi awan panas guguran (APG) pada pukul 17.10 WIB dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menungkapkan awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 65,29 milimeter dengan durasi 171,01 detik.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 17.10 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke barat daya atau hulu Kali Sat/Putih," ujarnya dalam keterangan tertulis.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi kawasan rawan bencana, terutama alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, serta mematuhi seluruh rekomendasi resmi dari Badan Geologi.
BACA JUGA : Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 2.000 Meter
BACA JUGA : Marak Pendakian Gunung Merapi, TNGM Siapkan Dialog dengan Warga daripada Penjagaan Ketat
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah dengan angin bertiup tenang ke arah barat. Secara visual, gunung terlihat jelas dan tidak teramati asap kawah.
Meski demikian, aktivitas kegempaan masih tergolong tinggi. BPPTKG mencatat satu kali awan panas guguran, 27 kali guguran lava, 18 gempa hybrid atau fase banyak, serta dua gempa vulkanik dangkal.
Selain itu, petugas juga mengamati sebanyak 15 kali guguran lava pijar ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Status aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih berada pada Level III (Siaga).
BPPTKG menegaskan, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Warga Lereng Sudah Paham Risiko, Wisatawan Sebaiknya Jangan Mendaki Merapi
BACA JUGA : Soal Pendakian Gunung Merapi, BPPTKG: Rekomendasi Tetap Sama, Jangan Beraktivitas di Daerah Bahaya
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," jelasnya.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan potensi bahaya, mewaspadai ancaman lahar saat hujan turun di sekitar Merapi, serta mengantisipasi dampak abu vulkanik apabila terjadi erupsi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




