Merapi Keluarkan Awan Panas Malam Hari, Luncur 1,1 Km ke Kali Putih

Kamis 09-04-2026,09:42 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat dengan terjadinya awan panas guguran pada Rabu (8/4/2026) malam.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pukul 20.03 WIB dengan jarak luncur mencapai 1.100 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih.

“Terjadi awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur 1.100 meter, amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 122,79 detik mengarah ke Kali Sat/Putih,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan periode pengamatan 24 jam, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava dan gempa vulkanik. Tercatat satu kali awan panas guguran hingga 164 kali guguran lava. 

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Luncur 1,8 Km, BPPTKG: Warga Jauhi Alur Sungai Berhulu Merapi

BACA JUGA :  Merapi Siaga Level III, BPPTKG Catat 2 Awan Panas Guguran Sabtu Dini Hari

Selain itu, guguran lava teramati hingga 29 kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih, Krasak, dan Bebeng.

Kondisi cuaca di sekitar Merapi terpantau bervariasi, mulai dari cerah, berawan hingga hujan, dengan curah hujan harian mencapai 22 mm.

BPPTKG mengingatkan bahwa hujan di kawasan lereng Merapi dapat meningkatkan risiko lahar serta memperbesar potensi awan panas guguran. Saat ini, status Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga).

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan–barat daya dan tenggara.

BACA JUGA : Sepekan Terakhir, Merapi Lontarkan Ratusan Guguran Lava ke Arah Sungai

BACA JUGA : Hujan Ekstrem Picu Banjir Lahar Merapi, 3 Meninggal dan 15 Truk Hanyut

“Masyarakat diimbau menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” tegas Agus.

Potensi bahaya meliputi guguran lava dan awan panas di sejumlah sungai seperti Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol, dengan jarak ancaman hingga 7 kilometer.

Selain itu, lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Kategori :