SLEMAN, diswayjogja.id - Ramadan kerap menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus sosial.
Di Kabupaten Sleman, nuansa itu terasa kental dalam kegiatan Safari Tarawih Pemkab Sleman yang memasuki pekan kedua Ramadan 1447 Hijriah.
Bertempat di Masjid Markazul Islam, Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, Balong, Donoharjo, Ngaglik, agenda rutin tahunan tersebut menghadirkan pemandangan yang tak biasa.
Seusai salat tarawih berjamaah, jamaah tak langsung beranjak pulang.
Di salah satu sudut kompleks masjid, kursi-kursi donor darah telah tersusun rapi.
Petugas berseragam bersiap, sementara sejumlah warga mengantre dengan tenang. Malam itu, safari Ramadan menjelma menjadi magnet kemanusiaan.
BACA JUGA : Daftar Tempat Makan Favorit dan Strategis Dekat Solo Safari, Berikut Informasi Lengkapnya
Menariknya, Harda Kiswaya turut ambil bagian dalam aksi donor darah yang digelar PMI Kapanewon Ngaglik.
Tanpa sekat protokoler berlebihan, ia duduk bersama warga lain, mengikuti prosedur donor seperti peserta lainnya.
Kehadirannya memantik antusiasme. Sekitar 70 orang tercatat ikut mendonorkan darah pada kesempatan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasinya atas inisiatif donor darah yang digelar di lingkungan pondok pesantren.
Menurut dia, kebutuhan darah di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi dan memerlukan dukungan kolektif masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi aksi donor darah yang diadakan di Pondok Pesantren Hidayatullah ini. Kebutuhan darah di Sleman ini banyak,” katanya.
BACA JUGA : Wajah Baru Wisata Konservasi Solo Safari 2026 Penuh Adrenaline dan Edukasi, Berikut Informasi Selengkapnya