SLEMAN, diswayjogja.id - Suasana berbeda terasa di Pasar Kejambon, Sindumartani, Ngemplak, Selasa (24/2/2026).
Ratusan aparatur sipil negara (ASN) membaur dengan warga, menyerbu lapak-lapak takjil dalam agenda Grebeg Pasar Takjil yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Program ini menjadi magnet baru perputaran ekonomi lokal selama Ramadhan.
Grebeg Pasar Takjil merupakan rangkaian dari GEMPAR (Gerakan Meramaikan Pasar), sebuah inisiatif Disperindag Sleman yang mendorong seluruh ASN dan perangkat daerah berbelanja di 32 pasar tradisional.
Rombongan Pemkab Sleman dipimpin Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kehadiran mereka tak sekadar simbolis, melainkan menjadi bentuk intervensi langsung untuk meningkatkan transaksi pedagang.
BACA JUGA : Harga Gula Turun Jadi Rp15.500, Operasi Pasar Gunungkidul Tekan Lonjakan Sembako
BACA JUGA : Rekomendasi Pusat Oleh-Oleh dan Pasar Legendaris di Solo
Kepala Dinas Perindag Sleman, Mae Rusmi, menegaskan bahwa Grebeg Pasar Takjil dirancang sebagai strategi konkret penguatan pasar tradisional di momentum Ramadhan.
“Grebeg Pasar Takjil merupakan rangkaian dari GEMPAR, yakni Gerakan Meramaikan Pasar yang kami inisiasi dengan mendorong seluruh ASN dan perangkat daerah berbelanja di 32 pasar tradisional,” katanya.
Ia menjelaskan, selama Ramadhan, Disperindag menggelar Grebeg Pasar Takjil di lima pasar tradisional.
Selain Pasar Kejambon yang diikuti 55 pedagang pada 23 Februari, agenda serupa juga digelar di Pasar Potrojayan (23 pedagang) pada 27 Februari, Pasar Sleman Unit II (62 pedagang), Pasar Cebongan (28 pedagang), dan Pasar Godean (45 pedagang) pada 6 Maret.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan UMKM yang menyasar langsung peningkatan omzet pedagang kecil.
“Memasuki bulan Ramadhan, kami ingin memastikan UMKM mendapatkan dampak nyata. Grebeg Pasar Takjil ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan pedagang, sekaligus menata lingkungan pasar agar lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi pengunjung,” ucapnya.
BACA JUGA : Cabai Rp90 Ribu dan Telur Rp30 Ribu Jelang Ramadan, DPRD DIY Desak Pemerintah Perkuat Operasi Pasar