Awan Panas Guguran Terjadi di Merapi Pagi Ini, Meluncur ke Kali Sat Sejauh 2 Kilometer
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih pada Selasa (16/6/2026) pagi. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi zona bahaya karena suplai magma masih berlangsung.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Selasa (16/62026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat atau hulu Kali Sat/Putih.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa awan panas guguran terjadi pada pukul 08.55 WIB saat aktivitas vulkanik Merapi masih berada pada status Siaga atau Level III.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Selasa, 16 Juni 2026 pukul 08.55 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter, amplitudo maksimum 21 mm, durasi 274 detik mengarah ke barat atau hulu Kali Sat/Putih," ujarnya melalui keterangan tertulis.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana dan tetap mengikuti rekomendasi resmi yang telah ditetapkan.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Kilometer Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai
BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Aktif, 141 Guguran dan 1 Awan Panas Tercatat dalam Sehari
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00 - 12.00 WIB, cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal teramati membumbung setinggi 100 meter di atas puncak. Selain satu kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat aktivitas guguran lava yang masih cukup intens.
Dalam periode enam jam pengamatan, terjadi 38 kali guguran dengan amplitudo 2-32 mm dan durasi antara 29,1 hingga 170,75 detik. Selain itu, terekam 15 gempa hybrid atau fase banyak serta satu gempa tektonik jauh.
Petugas juga mengamati sembilan kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.
BACA JUGA : Sambi Ledok Ecopark Pakem Sleman, Tempat Healing Keluarga dengan Nuansa Alam Lereng Merapi
BACA JUGA : Merapi Keluarkan APG Usai Hujan Deras, BPPTKG Keluarkan Peringatan Bahaya Lahar
"Teramati satu kali awan panas guguran ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Teramati guguran lava sebanyak sembilan kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter," jelasnya.
BPPTKG menegaskan suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran dalam kawasan potensi bahaya yang telah ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: