Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1 Km ke Kali Krasak, BPPTKG: Suplai Magma Masih Berlangsung

Senin 16-02-2026,11:13 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Senin (16/02/2026) pukul 08.04 WIB.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, dalam keterangan resminya menyampaikan awan panas tersebut meluncur sejauh 1.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak.

“Terjadi awan panas guguran pada pukul 08.04 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.000 meter, amplitudo maksimum 6,53 mm dan durasi 131 detik, mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak),” ujarnya dalam keterangan resmi

Laporan aktivitas gunung api periode pengamatan 16 Februari 2026 pukul 00.00–06.00 WIB mencatat Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 mdpl itu masih berstatus Level III (Siaga). Gunung ini berada di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, mencakup Daerah Istimewa Yogyakarta serta Jawa Tengah.

BACA JUGA : BPPTKG: Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung, Potensi Bahaya Guguran Lava Capai Radius 7 Kilometer

BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas hingga 1,5 Km, BPPTKG Peringatkan Potensi Lahar Saat Hujan

Dari sisi meteorologi, cuaca terpantau mendung dan hujan dengan angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara berkisar 18,4–20,4 derajat Celsius, kelembapan 94–99 persen, tekanan udara 870,7–913,4 mmHg, serta volume curah hujan mencapai 38 mm per hari.

Secara visual, gunung terlihat jelas dan tidak teramati asap kawah. Namun, aktivitas kegempaan cukup intens. Tercatat 45 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–28 mm dan durasi 33,38–172,83 detik, serta enam kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 3–24 mm.

Selain itu, teramati 13 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter. Tiga kali guguran lava tercatat ke arah Kali Krasak sejauh 1.600 meter dan dua kali ke arah Kali Bebeng sejauh 1.300 meter.

Agus menegaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

BACA JUGA : Merapi Kembali Luncurkan APG ke Kali Krasak, Sungai Berhulu Merapi Berpotensi Lahar Hujan

BACA JUGA : Hujan di Lereng Merapi Picu Ancaman Lahar, Awan Panas Mengarah Barat Daya

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” tegasnya.

BPPTKG juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya serta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” imbuh Agus.

Kategori :