BPPTKG: Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung, Potensi Bahaya Guguran Lava Capai Radius 7 Kilometer

BPPTKG: Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung, Potensi Bahaya Guguran Lava Capai Radius 7 Kilometer

BPPTKG melaporkan awan panas guguran Gunung Merapi pada Rabu (11/2/2026) meluncur hingga 1,5 kilometer ke arah barat daya di mana hujan di lereng gunung meningkatkan potensi bahaya lahar, masyarakat diminta menjauhi zona rawan.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau cukup tinggi dengan karakter erupsi efusif selama periode pengamatan 6–12 Februari 2026. 

Status aktivitas gunung api tersebut tetap berada pada level Siaga, berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyampaikan bahwa hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada beberapa sektor, serta lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026) malam.

BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas hingga 1,5 Km, BPPTKG Peringatkan Potensi Lahar Saat Hujan

BACA JUGA : Merapi Kembali Luncurkan APG ke Kali Krasak, Sungai Berhulu Merapi Berpotensi Lahar Hujan

Aktivitas Vulkanik dan Potensi Bahaya

BPPTKG mencatat aktivitas erupsi efusif masih mendominasi selama periode laporan. Potensi bahaya berada di sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Selain itu, lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Data visual menunjukkan Gunung Merapi mengeluarkan asap putih tipis hingga tebal dengan tekanan lemah dan tinggi kolom asap antara 10 hingga 50 meter. 

“Selama periode pengamatan, terjadi delapan kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter,” kata Agus.

BACA JUGA : Hujan di Lereng Merapi Picu Ancaman Lahar, Awan Panas Mengarah Barat Daya

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Dini Hari, Luncur ke Kali Boyong

Aktivitas guguran lava juga tercatat terjadi puluhan kali, di antaranya empat kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.900 meter, 28 kali ke arah Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, tiga kali ke arah Kali Bebeng sejauh maksimum 1.800 meter, serta 30 kali ke arah Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: