Merapi Kembali Luncurkan APG ke Kali Krasak, Sungai Berhulu Merapi Berpotensi Lahar Hujan

Senin 09-02-2026,18:58 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas dengan terjadinya awan panas guguran (APG) pada Senin (9/2/2026) pukul 18.08 WIB.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 1.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak.

“Berdasarkan data pemantauan, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 47 mm dengan durasi 118 detik. Selain itu, hujan juga terjadi di lereng selatan Gunung Merapi sejak pukul 17.21 WIB dengan curah hujan 5 mm selama 23 menit dan intensitas 19 mm per jam,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Kondisi hujan yang masih berlangsung meningkatkan potensi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

BACA JUGA : Hujan di Lereng Merapi Picu Ancaman Lahar, Awan Panas Mengarah Barat Daya

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Dini Hari, Luncur ke Kali Boyong

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah potensi bahaya serta mematuhi rekomendasi resmi guna menghindari risiko bencana. 

Dalam laporan aktivitas periode pengamatan 9 Februari 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Merapi tercatat mendung dan hujan, dengan suhu udara berkisar 19–24,2 derajat Celsius dan kelembaban mencapai 86–99 persen.

Dari sisi kegempaan, tercatat 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–26 mm dan durasi hingga 128,98 detik. Selain itu, terdapat 17 gempa hybrid/fase banyak serta satu gempa vulkanik dangkal. Secara visual, gunung tertutup kabut dan tidak teramati asap kawah.

“BPPTKG juga melaporkan dua kali guguran lava ke arah barat daya menuju Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter. Saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga,” tuturnya.

BACA JUGA : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,5 Km ke Kali Boyong Minggu Siang

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1,5 Km, Status Masih Siaga

Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km. Sementara sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. 

“Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat mencapai radius 3 km dari puncak,” imbuhnya.

BPPTKG menegaskan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan, meningkatkan kewaspadaan terhadap lahar hujan, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik akibat erupsi Merapi. 

Kategori :