Sleman Siapkan TPST dan Fasilitas Energi dari Sampah Hadapi Penutupan TPA Piyungan

Kamis 05-02-2026,11:33 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

SLEMAN, diswayjogja.id - Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang direncanakan pada 2024 membuat Pemerintah Kabupaten Sleman segera menyiapkan langkah antisipasi untuk mengelola sampah di wilayahnya. 

Sejak akhir 2023, informasi tentang penutupan TPA Piyungan sudah diketahui, dan pemerintah daerah langsung menyiapkan strategi untuk memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan lancar. 

“Sejak informasi awal TPA Piyungan akan ditutup itu sebenarnya sudah ada di akhir 2023 dan terkait kebijakan pemerintah daerah tentang sentralisasi pengelolaan sampah, kami mulai menyiapkan langkah antisipasi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Sugeng Riyanto.

Sesuai dengan kebijakan tersebut, ketika TPA Piyungan resmi ditutup, masing-masing kecamatan dan daerah di Sleman yang selama ini menggunakan TPA Piyungan harus mampu mengelola sampahnya sendiri. 

Untuk itu, DLH Sleman telah membangun tiga Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah strategis.

“Pada 2024, kami mulai membangun TPST sebagai antisipasi penutupan TPA Piyungan. Saat ini, sudah terbangun tiga TPST. Yang pertama di Taman Martani, Kalasan, kedua di Sendang Sari, Minggir, dan ketiga di Turi,” ucapnya. 

BACA JUGA : Kebijakan Baru Pengelolaan Sampah, DLH Kota Yogyakarta Jemput Organik Kering dari Rumah Warga

BACA JUGA : DLH Kota Yogyakarta Targetkan 13 Titik Timbangan Sampah Terpasang Akhir 2025, Siap Hadapi Lonjakan Nataru

Langkah ini dinilai penting mengingat jumlah timbulan sampah di Sleman cukup besar.

Berdasarkan data DLH, dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 1,159 juta jiwa dan asumsi timbulan sampah per orang 0,52 kilogram per hari, total timbulan sampah di Sleman diperkirakan mencapai 600 ton per hari. 

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah.

Selain pembangunan TPST, pemerintah daerah juga telah merencanakan fasilitas pengolahan sampah di Piyungan yang akan diolah menjadi energi ramah lingkungan, yaitu energi listrik.

Meski fasilitas tersebut belum beroperasi, ia menegaskan rencana ini sebagai upaya inovatif memanfaatkan sampah menjadi sumber energi alternatif.

“Untuk saat ini belum, karena kami masih merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Piyungan yang akan diolah menjadi energi ramah lingkungan, yaitu energi listrik,” tuturnya.

BACA JUGA : Pembangunan PSEL, DLHK DIY Pastikan Daerah Siap dan Kompak Penuhi Target Sampah 1.000 Ton

Kategori :