YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Setengah bulan menjelang Bulan Suci Ramadan, warga Karangkajen, Kota Yogyakarta, menggelar kegiatan bersih-bersih makam di Kompleks Makam Pahlawan Nasional Ahmad Dahlan.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin warga setiap 15 hari menjelang Ramadan sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut bulan puasa.
Ratusan warga tampak berdatangan ke kompleks makam pendiri Muhammadiyah tersebut, sejak pagi. Meski hujan deras mengguyur kawasan Karangkajen, antusiasme warga tidak surut. Dengan mengenakan jas hujan dan membawa payung, mereka tetap berbondong-bondong membawa berbagai peralatan kebersihan untuk membersihkan area makam.
Tak hanya makam KH Ahmad Dahlan yang menjadi fokus utama, warga juga bergotong royong membersihkan makam keluarga serta makam-makam lain yang berada di kawasan tersebut.
BACA JUGA : Haedar Nashir Ucapkan Selamat 100 Tahun NU, Tegaskan Kolaborasi Muhammadiyah–NU untuk Peradaban Mulia
BACA JUGA : Muhammadiyah Dorong Philantropreneurship dalam Pemberdayaan Masyarakat di 2026
Kompleks Makam Karangkajen sendiri merupakan makam umum yang di dalamnya juga terdapat sejumlah tokoh nasional dan pimpinan Muhammadiyah.
Ketua Kampung Karangkajen, H. Suhardjo, mengatakan kegiatan bersih-bersih makam ini memiliki makna yang mendalam, tidak hanya secara fisik tetapi juga spiritual.
Menjelang Ramadan, warga Karangkajen Yogyakarta menggelar tradisi bersih-bersih dan ziarah di Makam Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, Minggu (1/2/2026).--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
“Tujuannya kita bersiap-siap menghadapi Ramadan, secara batin dan spiritual. Secara fisik kita membersihkan makam, tapi secara batin kita diingatkan tentang kematian dan bagaimana mempersiapkan diri,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Dia menjelaskan, Makam Karangkajen merupakan tempat peristirahatan KH Ahmad Dahlan, sejumlah pimpinan pusat Muhammadiyah, serta warga Muslim Karangkajen. Karena itu, kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
BACA JUGA : Ratusan Warga dan Pelaku Usaha Bersihkan Malioboro Demi Kenyamanan Wisatawan
BACA JUGA : Festival WASH di Pesantren Sleman, Santri Jadi Agen Perubahan Hidup Bersih dan Sehat
Menariknya, dalam kegiatan tersebut para ahli waris juga memberikan sumbangan berupa nasi yang kemudian dibagikan kepada warga yang datang ke makam. Tradisi berbagi ini semakin menambah kekhidmatan suasana menjelang Ramadan.
Salah satu warga, Faqih Maula Abu Huzaifah, menilai kegiatan bersih-bersih makam ini sebagai tradisi penting yang harus terus dilestarikan.