BACA JUGA : DPRD Bantul Tegaskan Standar Keamanan MBG Ramadan
“Program ini tidak hanya berdampak pada layanan sosial, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan warga lokal akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan program.
Selain keterampilan teknis, peserta dibekali pemahaman tentang kebutuhan gizi anak dan kelompok rentan.
Materi tersebut dirancang agar menu yang dihasilkan tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi standar nutrisi yang dianjurkan.
Disnakertrans Sleman juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, puskesmas, dan pelaku usaha pangan lokal.
Sinergi ini diharapkan memperluas jaringan tenaga terampil serta menjaga rantai pasok bahan makanan tetap stabil.
BACA JUGA : Distribusi MBG Bantul Fokus Jaga Gizi Siswa Saat Puasa
BACA JUGA : Lewat Karya Fotografi hingga Film Pendek, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Kritik Program MBG
Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak akan meningkatkan efektivitas pelaksanaan MBG.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor penting untuk memastikan distribusi makanan tepat waktu dan sesuai standar kualitas.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan pelatihan tata boga menjadi agenda berkelanjutan.
Dengan demikian, ketersediaan tenaga terampil dapat terjaga seiring meningkatnya kebutuhan layanan MBG di Sleman.
Melalui pendekatan ini, Sleman berharap mampu membangun sistem layanan makan bergizi yang tidak hanya aman dan berkualitas.
Pemerintah juga menekankan pentingnya dampak ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
BACA JUGA : MBG 2026 Serap 66% Anggaran Pendidikan, Sleman Fokus Perjuangkan Hak Guru Honorer