DIY Jadi Pusat Cek Kesehatan Gratis Nasional, Data Terhubung Sistem Kesehatan RI

Sabtu 31-01-2026,05:10 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan bagi pekerja dinilai penting untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan tenaga kerja tetap prima, sekaligus mendorong budaya kerja yang lebih aman dan produktif.

“Ini bertepatan dengan Bulan K3, dan kemarin juga sudah dilakukan pemeriksaan. Harapannya, pekerja semakin sadar pentingnya kesehatan sebagai bagian dari keselamatan kerja,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan melalui Dinas Tenaga Kerja untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha. 

Kesepahaman tersebut menekankan bahwa tanggung jawab kesehatan karyawan tidak hanya berada di pundak perusahaan, tetapi juga menjadi peran pemerintah.

“Sebenarnya pemerintah daerah sudah mengeluarkan kebijakan melalui Dinas Tenaga Kerja, kemudian sudah melakukan kesepahaman bahwa tanggung jawab kesehatan karyawan perusahaan itu bukan hanya tanggung jawab perusahaan semata, tetapi pemerintah juga ikut berperan,” jelasnya. 

Selama ini, banyak perusahaan telah memiliki poliklinik internal untuk melayani kebutuhan kesehatan pekerja. 

BACA JUGA : CCTV Ungkap Dua Titik Pembakaran Tenda Polda DIY dalam Kericuhan Massa

BACA JUGA : Polda DIY Lakukan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Sleman

Namun, ia menilai layanan tersebut belum sepenuhnya menjangkau pemeriksaan komprehensif sesuai program nasional, terutama untuk cakupan karyawan dalam jumlah besar.

“Biasanya, seperti yang tadi Pak Wakil Menteri sudah sampaikan, mereka punya poliklinik. Tetapi untuk skala besar, agar seluruhnya dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis sesuai dengan program, itu yang belum sepenuhnya berjalan,” imbuhnya. 

Menurutnya, melalui pemeriksaan kesehatan gratis, pekerja dapat menjalani berbagai jenis skrining sesuai kebutuhan masing-masing.

Program ini diharapkan mampu mendeteksi lebih dini berbagai penyakit, termasuk tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi perhatian di wilayah DIY.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, prevalensi TBC di wilayah tersebut berada di kisaran 6.000 kasus. 

Pada tahun 2025, tercatat sekitar 6.360 kasus TBC yang terdiagnosis. Angka tersebut dinilai masih memerlukan upaya lanjutan, khususnya dalam pelacakan lingkungan sekitar pasien.

BACA JUGA : BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di DIY, Hujan Lebat Diprakirakan 27–29 Januari

BACA JUGA : Angin Kencang Landa DIY, 68 Titik di Sleman Terdampak

Kategori :