BACA JUGA : Status Siaga Darurat Diperpanjang, BPBD Kota Yogyakarta Siagakan Posko Darurat
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Namun, aktivitas gempa susulan masih terpantau.
Hingga pukul 13.45 WIB, tercatat sedikitnya 14 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 2,0.
Meski relatif kecil, gempa susulan ini menjadi perhatian petugas dan warga karena dapat memicu kepanikan, terutama di wilayah yang memiliki bangunan dengan struktur rentan.
Mujahid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengajak warga untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Jika merasakan gempa susulan, segera lakukan langkah-langkah penyelamatan diri dan menjauhi bangunan yang berpotensi roboh,” tuturnya.
BACA JUGA : Bantul Diterjang Hujan Deras, BPBD Tindak Cepat Tangani Pohon Tumbang, Longsor, dan Jembatan Putus
Selain itu, BPBD Bantul meminta warga memeriksa kondisi rumah masing-masing, terutama pada bagian dinding, atap, dan sambungan bangunan.
Retakan kecil yang tidak terlihat saat kondisi panik dapat menjadi indikator awal kerusakan struktur.
Pemeriksaan mandiri ini penting untuk mengurangi risiko jika terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih besar.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan dampak gempa atau membutuhkan informasi terkait kebencanaan.
Posko tersebut terhubung dengan pusat komando BPBD dan akan meneruskan laporan ke tim lapangan apabila ditemukan kerusakan atau kondisi darurat.
Aktivitas Sesar Opak memang dikenal sebagai salah satu sumber gempa aktif di wilayah selatan Yogyakarta dan sekitarnya.
BACA JUGA : BPBD Sleman Ingatkan Wisatawan Merapi: Waspada, Tetap Pantau Aktivitas Vulkanik