Sleman Kekurangan 8.000 Lampu Jalan, Target Terang 2029 Andalkan KPBU

Kamis 22-01-2026,12:06 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BACA JUGA : Raudi Akmal Bantah Intervensi Hibah Pariwisata Sleman, Klaim Hanya Salurkan Aspirasi Warga

Karena itu, skema KPBU dipandang sebagai langkah strategis dan inovatif untuk menutup celah pembiayaan sekaligus mendorong adopsi teknologi ramah energi.

“Melalui proyek ini, kita tidak hanya menargetkan pemenuhan 100 persen kebutuhan penerangan jalan hingga 2029, tetapi juga mendorong penerapan teknologi hemat energi seperti lampu LED dan sistem smart lighting,” tuturnya. 

Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani, menyebut model ini memungkinkan pemerintah daerah menjaga kualitas layanan sekaligus menggandeng profesionalisme sektor swasta dalam pengelolaan infrastruktur.

“Skema KPBU menjadi salah satu solusi pembiayaan kreatif yang sangat relevan untuk diterapkan dalam penyediaan penerangan jalan,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, proyek tersebut menggunakan model Design–Build–Finance–Operate–Maintain (DBFOM) dengan mekanisme availability payment. 

Melalui pola ini, pemerintah daerah membayar berdasarkan ketersediaan dan kinerja layanan, sementara badan usaha bertanggung jawab atas pendanaan, pembangunan, hingga pemeliharaan secara terukur.

“Melalui model DBFOM dan mekanisme availability payment, pemerintah daerah dapat memastikan layanan yang andal, sementara pembiayaan dan pengelolaan dilakukan oleh badan usaha secara profesional,” jelasnya. 

Proyek KPBU Alat Penerangan Jalan di Sleman juga dilakukan melalui skema unsolicited, diawali dengan pengajuan Letter of Intent (LoI) oleh calon pemrakarsa dari pihak swasta. 

Inisiatif ini diharapkan mempercepat proses penyiapan proyek sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan dunia usaha.

Ia menegaskan, dampak proyek tidak hanya pada aspek teknis penerangan, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat. 

Pemerataan lampu jalan dinilai mampu menekan risiko kecelakaan dan kriminalitas, sekaligus mendorong geliat ekonomi dan pariwisata malam hari.

“Kami berharap penerangan jalan yang merata dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan serta mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan,” imbuhnya. 

BACA JUGA : Anak 5 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai di Mlati Sleman

BACA JUGA : MBG 2026 Serap 66% Anggaran Pendidikan, Sleman Fokus Perjuangkan Hak Guru Honorer

Dengan pendekatan KPBU, Pemkab Sleman optimistis pembangunan infrastruktur penerangan jalan dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kategori :