"Fokusnya, menjangkau pengguna atau penyalahguna narkoba secara langsung dengan tujuan mengidentifikasi tingkat risiko penyalahgunaan, memberikan intervensi dini, dan menghubungkan klien ( pecandu atau penyalah guna) dengan layanan rehabilitasi yang tepat," ujarnya.
BACA JUGA : Biodata Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Ungkap Buron Interpol Penyelundup Sabu 2 Ton
Kunarto menyampaikan, seiring dengan wilayah zonasi kerja yang semakin luas dan mengukur angka penyalah guna, khususnya pada kalangan generasi muda, perlu dilakukan perencanaan strategi yang efektif dan efisien dalam metode pencegahan yang bisa memiliki dampak langsung, SIL pun dilakukan secara digital sehingga memungkinkan untuk menjangkau sasaran yang lebih banyak dan luas.
"Hasil skrining yang dilakukan kepada 1455 orang pelajar dan mahasiswa, menunjukkan bahwa 104 orang pernah menyalahgunakan narkoba. Artinya, penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda," tandasnya.
Sehingga, Program Eksist menjadi langkah nyata BNNK Tegal dalam meningkatkan kesadaran generasi muda tentang bahaya narkoba. Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, kita dapat melawan narkoba dan menjaga masa depan generasi muda.