“Evaluasi ini penting agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha, bukan sekadar agenda organisasi,” ujarnya.
Selain evaluasi, Rakerda juga menjadi forum perumusan kebijakan dan program PHRI secara sistematis ke depan.
PHRI DIY menargetkan adanya rekomendasi konkret yang mendorong inovasi pariwisata, peningkatan kualitas layanan, serta keberlanjutan usaha di sektor perhotelan dan restoran.
Rakerda II PHRI DIY Tahun 2026 diikuti sekitar 85 peserta yang terdiri atas pengurus BPD PHRI DIY, pengurus BPC PHRI kabupaten/kota se-DIY, perwakilan instansi terkait, serta para pemangku kepentingan pariwisata.
BACA JUGA : Uji Coba Embarkasi Haji YIA Sukses, Layanan Dinilai Setara Hotel Bintang Lima
BACA JUGA : Menyelami Kemewahan di Hotel Premium di Kota Batu Buat Staycation Semakin Sempurna
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian laporan evaluasi, pembahasan rekomendasi komisi, hingga penetapan keputusan organisasi.
Ia berharap, hasil Rakerda ini dapat menjadi pijakan strategis bagi PHRI DIY dalam memperkuat peran industri perhotelan dan restoran sebagai penopang utama pariwisata DIY yang produktif dan berkelanjutan.