PHRI Petakan Tantangan Industri Hotel DIY Menuju 2026
Pengurus PHRI DIY dan PHRI kabupaten/kota se-DIY berfoto bersama usai Rakerda II PHRI DIY Tahun 2026 di Grand Rohan Hotel Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Rabu (14/1/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Industri perhotelan dan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadapi tantangan yang semakin kompleks pada 2026.
Mulai dari perubahan pola wisatawan, tuntutan inovasi layanan, hingga kebutuhan sinergi lintas wilayah, menjadi isu utama yang kini tak bisa lagi dihadapi secara parsial.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Tahun 2026 yang digelar di Grand Rohan Hotel Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Rabu (14/1/2026).
Rakerda ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penentuan arah strategis industri perhotelan dan restoran DIY ke depan.
Ketua PHRI Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo, mengatakan bahwa Rakerda II 2026 disusun berdasarkan program kerja Badan Pimpinan Daerah (BPD), Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan Dewan Gabungan (DG), serta rekomendasi rapat sebelumnya.
BACA JUGA : Selamat!! Any Kusumaeni Resmi Terpilih Jadi Ketua PHRI Brebes, Targetkan Pengembangan Wisata Lokal Brebesan
BACA JUGA : Grand Dian Hotel Bersiap Gelar Muscab dan Pelantikan PHRI Brebes, Genjot Potensi Wisata dan Kuliner Khas
Fondasi tersebut, menurut dia, menjadi penting agar kebijakan organisasi tidak lepas dari kondisi riil industri.
“Rakerda ini tidak berdiri sendiri. Dasarnya adalah evaluasi program sebelumnya dan kebutuhan strategis organisasi untuk merespons dinamika serta tantangan industri perhotelan dan restoran di DIY,” katanya.
Ia menjelaskan, PHRI DIY mengangkat tema 'Bersinergi Mewujudkan Inovasi Pariwisata yang Kompetitif dan Berkelanjutan' sebagai refleksi atas kondisi industri yang tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri.
Sinergi antara BPD dan BPC kabupaten/kota se-DIY dinilai krusial untuk menjaga daya saing di tengah persaingan destinasi dan perubahan perilaku wisatawan.
Menurutnya, salah satu fokus utama Rakerda II 2026 adalah evaluasi menyeluruh terhadap program kerja tahun sebelumnya.
BACA JUGA : Embarkasi Haji Resmi di Kulon Progo, PHRI Optimistis Okupansi Hotel Naik
BACA JUGA : Okupansi Hotel di DIY Capai 70 Persen Saat Long Weekend Maulid Nabi, PHRI: Jogja Tetap Aman dan Adem
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: