Pesona Tersembunyi Kota Batik? Ini Daftar Destinasi Wisata Pekalongan Paling Hits

Sabtu 10-01-2026,09:55 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

Bagi para pencinta ketinggian, kawasan pegunungan Petungkriyono menawarkan sebuah titik legendaris yang dikenal dengan nama Puncak Tugu. Berada pada ketinggian sekitar 1.930 meter di atas permukaan laut (mdpl), tempat ini menjanjikan suhu udara yang sejuk dan pemandangan hijau yang memukau mata. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus melakukan pendakian atau trekking selama kurang lebih 30 hingga 60 menit dari pangkalan utama (basecamp).

Ikon yang paling dicari oleh para pendaki adalah sebuah tugu batu peninggalan era kolonial Belanda dari abad ke-18. Tugu ini bukan sekadar penanda geografis, melainkan saksi bisu sejarah panjang kawasan tersebut. Aktivitas yang bisa dilakukan sangat beragam, mulai dari berkemah (camping), pengamatan burung-burung langka (birdwatching), hingga menikmati panorama matahari terbit (sunrise) yang menembus gumpalan awan. Ini adalah destinasi bagi mereka yang ingin sejenak lepas dari kebisingan kota dan menyatu dengan alam yang sunyi.

Sang Grand Canyon Mini

Masih di wilayah yang sama, tepatnya di Desa Kayupuring, terdapat sebuah keajaiban geologis yang sering disebut-sebut sebagai "Grand Canyon mini" milik Pekalongan. Canyon Petungkriyono menyuguhkan pemandangan tebing batu hitam yang menjulang tinggi dengan aliran sungai yang sangat jernih di bawahnya. Perjalanan menuju lokasi ini memang cukup menantang, dengan jalur yang berliku dan menanjak selama kurang lebih satu jam dari pusat kota, namun rasa lelah akan terbayar lunas setibanya di sana.

Wisatawan dapat menguji adrenalin dengan mencoba kegiatan river tubing (mengarungi sungai menggunakan ban) atau sekadar berenang di kedung-kedung alami yang segar. Biaya masuknya sangat terjangkau, hanya di kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000. Tersedia juga penyewaan pelampung seharga Rp10.000 bagi mereka yang ingin bermain air dengan lebih aman. Lanskap hutan tropis yang mengelilingi tebing-tebing ini juga menjadi incaran utama bagi para fotografer alam.

Pantai Slamaran

Berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota, pantai ini tetap mempertahankan sisi alaminya tanpa banyak intervensi bangunan modern. Dibuka mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat murah, yaitu antara Rp3.000 sampai Rp5.000 saja.

Ciri khas Pantai Slamaran adalah keberadaan pohon-pohon cemara yang rindang, menciptakan suasana teduh meskipun matahari sedang terik. Di sini, Anda bisa duduk santai di warung-warung lesehan sambil menikmati hidangan laut (seafood) segar hasil tangkapan nelayan setempat. Banyak juga pengunjung yang datang untuk memancing atau sekadar "healing" di sore hari sembari menunggu pergantian cahaya langit. Ketenangan yang ditawarkan pantai ini menjadikannya tempat yang pas untuk merenung atau menghabiskan waktu berkualitas bersama orang tersayang.

BACA JUGA : Autentik dan Hits! Tempat Makan Viral Pekalongan 2025, Cita Rasa Otentik Dijamin Menunya Enak-Enak

BACA JUGA : Daftar Macam Makanan Khas Pekalongan Paling Ikonik, Menggugah Selera dengan Lezatnya Bikin Ketagihan

Pekalongan di tahun 2026 ini telah membuktikan diri bahwa mereka memiliki kekayaan yang jauh melampaui sekadar kain batik. Keberanian dalam mengelola potensi alam secara berkelanjutan dan kemampuan mengadaptasi kebutuhan wisatawan modern menjadi kunci kesuksesan destinasi-destinasi di atas. Dari gemerlap fasilitas di Pantai Pasir Kencana hingga kesunyian sejarah di Puncak Tugu Petungkriyono, Pekalongan menawarkan spektrum liburan yang sangat luas bagi siapa saja yang bersedia mengeksplorasinya lebih dalam.

Kategori :