Dari Batik Giriloyo ke Vietnam, Desa Wisata Bantul Dorong Pemuda Mendunia

Sabtu 03-01-2026,19:38 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BANTUL, diswayjogja.id - Kampung Batik Giriloyo, Desa Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul, tidak hanya dikenal karena batiknya yang menawan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan pemuda untuk mengubah makna hidup sejahtera. 

Ahmad Bahtiar, 26 tahun, pembatik muda sekaligus pemandu desa wisata, menekankan bahwa kesejahteraan bukan sekadar harta.

“Berbeda dengan hidup yang sekadar makmur. Hidup makmur itu misalnya identik dengan 5M.  Tetapi bagi kami, hidup sejahtera itu ketika rakyat merasa bahagia,” katanya, Sabtu (3/1/2025). 

Menurutnya, kebahagiaan warga menjadi tolok ukur utama, bukan hanya materi. 

“Yang penting hati itu senang. Kalau orang senang, berarti hidupnya baik, nyaman,” ucapnya. 

Ia juga menyoroti pengalaman unik yang bisa dirasakan oleh anak-anak desa lewat kegiatan wisata. 

BACA JUGA : 40 Tahun Menjaga Batik Giriloyo, Martini Hidupi Keluarga dari Canting Rumahan

BACA JUGA : Batik Metaflora Pekalongan, Dari Canting ke AI: Success Story UMKM Binaan BI Tegal

“Dulu saya belum pernah membayangkan hal-hal yang mungkin dianggap sepele oleh orang kota, misalnya naik pesawat. Bagi orang desa, bagi anak-anak desa, itu adalah pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bagaimana desa wisata membuka peluang yang tak terduga bagi generasi muda.

“Dari desa wisata inilah saya bisa sampai ke berbagai tempat, bahkan ke luar negeri seperti Vietnam, dan semua itu gratis,” ujarnya.

Kesuksesan tersebut, menurutnya, berawal dari kerja keras timnya dalam menghadapi proses asesmen yang ketat. 

“Proses asesmennya sangat rumit, banyak indikator, termasuk indikator berbahasa Inggris dari KAB. Tapi ternyata kami bisa melewatinya,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa persiapan itu memakan waktu berbulan-bulan. 

BACA JUGA : JFP 2025, Batik dan Lurik Sleman Jadi Primadona Baru Fashion Nasional

Kategori :