Menurutnya, pemanfaatan dana tersebut dilakukan secara transparan melalui BUMKal Girikerto.
“Diharapkan ke depannya taman ketahanan pangan Semar Ndalil bisa dikembangkan sebagai tempat wisata edukasi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Kalurahan Girikerto,” jelasnya.
Ia menekankan, taman ini bukan sekadar area pertanian, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi generasi muda.
“Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak, dapat belajar langsung mengenai ketahanan pangan dan pentingnya kerja sama dalam pengelolaan sumber daya lokal,” imbuhnya.
BACA JUGA : Sleman Maksimalkan Fasilitas dan Koordinasi, Merapi-Kaliurang Jadi Magnet Nataru
BACA JUGA : Sleman Magnet Wisatawan Nataru 2025-2026, 437 Ribu Pengunjung
Selain aspek edukasi, taman ini juga diharapkan mendorong produktivitas dan inovasi para pelaku UMKM serta kelompok tani di Kalurahan Girikerto.
“Dengan pengelolaan yang kolaboratif, taman ini bisa menjadi model bagi desa-desa lain dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan warganya,” sebutnya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi atas pembangunan taman ketahanan pangan Semar Ndalil ini.
Ia mengatakan, taman ini diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Sleman, khususnya di Kalurahan Girikerto.
“Seperti namanya, taman ini nantinya dapat menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Sleman, khususnya di Kalurahan Girikerto,” tambahnya.
BACA JUGA : Kadin–Disperindag Sleman Dorong Investasi Berbasis Lokal, Sleman Utara Jadi Kawasan Ekonomi Baru
BACA JUGA : Sleman Rayakan Tahun Baru dengan Doa Khusus untuk Warga Sumatera
Bupati juga menyampaikan dukungan penuh Pemkab Sleman terhadap inisiatif masyarakat.
“Kami senang dengan pergerakan dan inisiatif dari masyarakat seperti ini. Intinya, Pemkab Sleman siap mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” lanjutnya.
Selain aspek ketahanan pangan, taman ini dirancang sebagai sarana edukasi yang bisa dinikmati masyarakat luas.