Bantul Masih Magnet Wisata, 1,8 Juta Kunjungan 2025 Meski Turun 28%

Kamis 01-01-2026,19:32 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BANTUL, diswayjogja.id - Kabupaten Bantul tetap menarik wisatawan selama libur akhir tahun 2025 meski mengalami penurunan sekitar 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Data Dinas Pariwisata Bantul menunjukkan, tren wisatawan domestik dan mancanegara masih positif, menegaskan posisi Bantul sebagai salah satu destinasi favorit di Yogyakarta.

Berdasarkan catatan Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, selama 20–31 Desember 2025, jumlah kunjungan tercatat 116.361 wisatawan dengan pendapatan Rp 1,68 miliar. 

Jika dihitung sepanjang bulan Desember, total kunjungan mencapai 183.788 orang dengan total pemasukan Rp 2,66 miliar.

“Selama Desember 2025, total kunjungan mencapai 183.788 orang dengan pendapatan Rp 2,66 miliar,” katanya, Kamis (1/1/2026). 

BACA JUGA : Menyongsong Pariwisata dari Tren dan Destinasi Pilihan di Seluruh Nusantara, Simak Ulasan Lengkapnya Disini

BACA JUGA : Pemda DIY Matangkan Tiga Raperda Strategis, Fokus Tata Kelola Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat

Dibandingkan dengan tahun 2024, periode 20–31 Desember tercatat 163.152 wisatawan dengan pemasukan Rp 2,28 miliar, sementara total kunjungan bulan Desember 2024 adalah 256.125 orang dengan pendapatan Rp 3,7 miliar. 

Hal ini menunjukkan adanya penurunan sekitar 28 persen, namun secara keseluruhan dari Januari hingga Desember 2025, jumlah kunjungan mencapai 1.848.776 orang dengan total pemasukan Rp 26,76 miliar, atau 54,6 persen dari target Rp 49 miliar.

Ia menegaskan, meski terjadi penurunan, Bantul tetap menjadi magnet wisata karena kombinasi destinasi alam, budaya, dan kuliner yang beragam. 

“Meskipun ada penurunan, Bantul tetap menjadi magnet wisata karena destinasi kami beragam, mulai dari pantai, budaya, hingga kuliner yang unik,” ucapnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengunjung masih banyak memilih pantai di Bantul seperti Parangtritis, Samas, dan Pandansimo, serta objek wisata budaya dan kuliner lokal. 

BACA JUGA : Mewujudkan Pariwisata Paling Aman, Selalu Perhatikan Petunjuk Serta Jalur Evakuasi Terdekat Cek Infonya Disini

BACA JUGA : Nama Harda Kiswaya Hilang di Dakwaan Korupsi Hibah Pariwisata Sleman, JCW Desak Jamwas dan Komjak Turun Tangan

Fasilitas pendukung seperti akomodasi, transportasi, dan layanan wisata turut meningkatkan daya tarik daerah.

Kategori :