JPW menilai, pendekatan keamanan yang represif justru berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap institusi negara.
JPW juga menyerukan agar aparat menghentikan praktik kriminalisasi terhadap kegiatan diskusi dan bedah buku.
Jika diperlukan aparat justru dapat terlibat secara konstruktif melalui ruang dialog terbuka, sehingga masyarakat dapat menilai secara objektif kinerja dan peran institusi keamanan.
“Lebih baik aparat membuat forum diskusi terbuka tentang prestasi yang telah dicapai. Biarlah masyarakat yang menilai secara objektif,” tuturnya.
BACA JUGA : Kenaikan Pangkat Polisi Luka Demo, JPW Kritik: Korban Aksi Bagaimana?
JPW menegaskan bahwa ruang diskusi publik merupakan bagian penting dari tradisi intelektual, dan negara seharusnya hadir sebagai pelindung, bukan sebagai pihak yang membatasi.