“DIY sudah memelopori. Di setiap desa pasti ada lahan idle. Itu bisa dimanfaatkan untuk masyarakat yang tidak punya lahan,” terangnya.
BACA JUGA : Ratusan SPPG di Aceh dan Sumut Tak Aktif, BGN: Distribusi Gizi Pengungsi Tetap Dilanjutkan
BACA JUGA : Deputi BGN: Dapur SPPG Harus Gunakan Air Galon atau PDAM Bebas E. Coli
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya kejelasan konsep dan kelembagaan dalam mendukung program MBG. Dia menyebut Koperasi Merah Putih dan Lumbung Mataram berdiri sebagai entitas terpisah agar memiliki kepastian pengembangan.
“Harapan saya, sebagian besar kebutuhan makan gratis bisa disuplai dari sini. Sayur dan bahan pangan tidak belanja di pasar, tapi langsung dari petani,” kata Sri Sultan.
Dengan pola tersebut, Sri Sultan berharap masyarakat desa dapat memperoleh tambahan penghasilan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
“Konsepnya ke sana, agar masyarakat desa benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.