Musim Hujan Mulai Intens, BPBD Yogyakarta Minta Warga Waspadai Banjir dan Pohon Tumbang

Rabu 29-10-2025,18:21 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang mulai berlangsung intens sejak awal Oktober 2025. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menyampaikan bahwa potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, dan atap rumah roboh perlu diantisipasi sejak dini melalui aksi nyata di lingkungan masing-masing.

“Mulai awal bulan ini hujan sudah turun hampir setiap hari. Karena itu, kami mengimbau seluruh warga agar tetap konsisten menjaga kesiapsiagaan dan merespons situasi cuaca dengan tindakan nyata, seperti membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar,” kata Nur dalam konferensi pers di Kompleks Balai Kota, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, upaya paling sederhana namun efektif adalah kerja bakti membersihkan selokan dan saluran air untuk mencegah genangan maupun banjir di kawasan rawan.

BACA JUGA : BPBD Kota Yogyakarta Pastikan Kesiapan Hadapi Cuaca Ekstrem, Fokus Evakuasi dan Edukasi Warga Pinggir Sungai

BACA JUGA : BPBD DIY Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan, Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi  

Dia juga mengingatkan agar warga mewaspadai pohon-pohon rindang yang mulai lapuk serta memeriksa kondisi atap rumah yang berpotensi roboh saat hujan deras dan angin kencang.

“Biasanya yang terjadi akibat cuaca ekstrem itu pohon tumbang, atap rumah roboh, dan genangan air. Karena itu yang terpenting adalah kesiapsiagaan diri, kenali ancaman di sekitar kita, pahami risikonya, dan jaga keselamatan jiwa serta lingkungan,” ujarnya.

BPBD Yogyakarta juga telah menerbitkan edaran kepada seluruh kampung tangguh bencana (KTB) untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. 

Hingga saat ini, sebanyak 169 kampung tangguh bencana telah terbentuk di wilayah Kota Yogyakarta, lengkap dengan peralatan kesiapsiagaan seperti pompa air, gergaji mesin, kendaraan roda tiga, dan alat komunikasi radio (HT).

BACA JUGA : Raperda Penanggulangan Bencana Direvisi, DPRD DIY Tekankan Perlindungan Pasca Pandemi

BACA JUGA : Yogyakarta Diakui Layak Jadi Rujukan Nasional Penanganan Bencana

“Seluruh posko dan petugas BPBD siaga 24 jam penuh. Kami juga membuka komunikasi rutin melalui radio setiap pukul 09.00 pagi dan 21.00 malam untuk menampung laporan atau keluhan dari masyarakat,” jelasnya.

Terkait penetapan status siaga darurat, Nur Hidayat menyebutkan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY. 

Meskipun belum ditetapkan status siaga bencana, BPBD Kota Yogyakarta tetap meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap potensi luapan air di sejumlah sungai utama seperti Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo.

Kategori :