Awal Musim Hujan 2025 di DIY Diprediksi Oktober, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba

Selasa 30-09-2025,16:37 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan kondisi iklim terbaru per 30 September 2025. 

Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, menjelaskan bahwa awal musim hujan di wilayah DIY diprediksi akan terjadi mulai Oktober 2025, dengan sifat hujan sebagian besar dalam kategori normal hingga atas normal.

Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba (September–Oktober 2025), BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

“Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak cuaca ekstrem selama pancaroba,” ujar Reni dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).

BACA JUGA : Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Pantai Selatan DIY, BMKG Imbau Waspada

BACA JUGA : Yogyakarta Diguyur Hujan Es, BMKG DIY Sebut Adanya Downdraft

BMKG memprediksi bahwa curah hujan di DIY selama tiga bulan ke depan akan berada pada tingkat menengah hingga sangat tinggi.

Rinciannya yakni pada Oktober 2025 terjadi 151–500 mm (menengah–tinggi) dengan sifat hujan Atas Normal (AN). Pada November 2025 yaitu 201–>500 mm (menengah–sangat tinggi) dan sifat hujan Atas Normal (AN), sementara pada Desember 2025 yakni 201–500 mm (menengah–tinggi) dengan sifat hujan Normal (N).

Sementara itu, awal musim hujan 2025/2026 diprediksi terjadi antara dasarian I hingga III Oktober 2025. 

Dibandingkan dengan periode normal (1991–2020), awal musim hujan kali ini sama atau sedikit lebih cepat di beberapa zona musim (ZOM) di DIY.

BACA JUGA : BMKG DIY: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang 18–20 September

BACA JUGA : Cuaca Tak Stabil, Waspada Gelombang Tinggi Jogja, BMKG Peringatkan Warga Sekitar

"Musim hujan 2025/2026 diperkirakan akan berlangsung hingga April 2026, dengan puncaknya terjadi pada Januari dan Februari 2026. Total curah hujan musim ini diperkirakan mencapai 1.001 hingga lebih dari 3.000 mm, tergantung wilayah," katanya. 

BMKG juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat dan pemerintah daerah, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. 

Warga DIY untuk melakukan langkah-langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho dan reklame, serta menyesuaikan pola tanam di sektor pertanian.

Kategori :