GKR Bendara Ingatkan Bahaya Eksploitasi Air Tanah, Dorong Pemanfaatan Air Hujan

Selasa 09-09-2025,14:59 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

Ia mengingatkan pentingnya kembali pada kearifan lokal yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam.

“Dalam filosofi Jawa, terdapat tiga nilai luhur yang sangat relevan bagi kehidupan kita: memayu hayuning bawono, manunggaling kawulo Gusti, dan sangkan paraning dumadi,” ucapnya. 

Ia menjelaskan, memayu hayuning bawono bermakna ajakan bagi manusia untuk membuat dunia indah dan lestari. 

“Artinya, setiap tindakan manusia hendaknya berorientasi pada kelestarian alam,” imbuhnya.

Sementara itu, manunggaling kawulo Gusti menekankan kesadaran manusia sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. 

“Menjaga air dan lingkungan berarti menjalankan ibadah sosial sekaligus wujud syukur kita,” sebutnya.

Adapun nilai sangkan paraning dumadi mengingatkan manusia tentang asal-usul dan tujuan hidup. 

“Kesadaran bahwa kita semua berasal dari alam dan akan kembali kepadanya, maka kita harus meninggalkan bumi dalam keadaan yang lebih baik daripada saat kita menerimanya,” tambahnya.

Lebih jauh, GKR Bendara juga menyinggung filosofi Pangeran Mangkubumi. 

“Filosofi ini mengingatkan bahwa kita hidup hanya sebentar, dan tidak boleh mengambil lebih dari apa yang kita tanam,” lanjutnya.

Kategori :