Menelusuri Peradaban Yogyakarta Ini Daftar Wisata Sejarah Ikonik untuk Liburan Keluarga 2026
Keraton Yogyakarta--
diswayjogja.id – Yogyakarta, atau yang lebih akrab disapa Jogja, telah lama mengukuhkan posisinya sebagai pusat gravitasi budaya di Pulau Jawa. Kota ini bukan sekadar titik koordinat di peta, melainkan sebuah museum hidup yang menyimpan ribuan tahun narasi sejarah, mulai dari kemegahan kerajaan kuno hingga masa-masa krusial perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Memasuki tahun 2026, Jogja tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang merindukan kombinasi harmonis antara nilai-nilai edukasi, suasana tradisional yang kental, dan kenyamanan rekreasi modern dalam satu paket perjalanan.
Bagi keluarga yang berdomisili di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, Yogyakarta menawarkan aksesibilitas yang sangat baik. Kehadiran jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa Timur langsung ke arah Jawa Tengah serta operasional kereta api cepat dan reguler menjadikan perjalanan menuju Jogja terasa lebih singkat dan menyenangkan. Hal ini membuat Jogja menjadi pilihan destinasi paling logis bagi para orang tua yang ingin memberikan pengalaman liburan yang tidak hanya bersifat hiburan semata, namun juga memberikan asupan wawasan sejarah dan budaya kepada anak-anak mereka sejak dini.
Daya tarik utama wisata sejarah di kota ini terletak pada kemampuan setiap situsnya dalam bercerita. Setiap bangunan tua, relief candi, hingga diorama museum di Jogja tidak hanya menawarkan objek visual yang memanjakan mata, tetapi juga menyelipkan pesan moral dan filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang luhur. Wisatawan akan diajak melintasi dimensi waktu, memahami bagaimana kolonialisme bersinggungan dengan kedaulatan lokal, serta bagaimana seni dan budaya menjadi napas utama dalam setiap aktivitas keseharian warga di bawah naungan Kesultanan.
Selain muatan edukasinya yang tinggi, Yogyakarta juga dikenal sebagai destinasi yang sangat "ramah kantong". Pemerintah daerah bersama pengelola objek wisata secara konsisten menjaga agar harga tiket masuk tetap terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, namun tetap mempertahankan standar fasilitas yang mumpuni. Area-area terbuka yang luas, fasilitas umum yang bersih, serta keramahan penduduk lokal menjadikan perjalanan keluarga terasa lebih santai dan aman bagi anak-anak. Berikut adalah daftar rekomendasi delapan lokasi bersejarah di Jogja yang wajib masuk dalam rencana perjalanan Anda.
BACA JUGA : Menjelajahi Lorong Waktu Kode Rahasia di Museum Sandi Yogyakarta, Simak Info Lengkapnya Berikut Ini
BACA JUGA : Wisata Keluarga Murah Meriah di Yogyakarta Tanpa Menguras Kantong, Simak Ulasan Selengkapnya Disini
Keraton Yogyakarta
Destinasi pertama yang menjadi wajah dari kota ini adalah Keraton Yogyakarta. Berdiri megah sejak tahun 1755, istana ini bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan kediaman resmi Sultan yang masih aktif menjalankan fungsinya hingga saat ini. Di dalam kompleks Keraton yang berlokasi di Jalan Rotowijayan, pengunjung dapat melihat dari dekat koleksi benda-benda antik milik kesultanan, termasuk kereta kuda kencana dan perangkat alat musik gamelan yang usianya sudah ratusan tahun.
Bagi keluarga yang berkunjung, Keraton menyajikan pertunjukan seni harian seperti tari tradisional atau musik gamelan yang dapat dinikmati di bangsal-bangsal terbuka. Area ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 pagi hingga 14.00 siang. Biaya retribusinya pun sangat terjangkau, yakni sekitar Rp15.000 untuk pengunjung dewasa domestik dan hanya Rp10.000 bagi anak-anak. Berwisata ke sini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk melihat langsung prototipe tatanan sosial dan politik tradisional yang masih lestari di tengah zaman modern.
Kompleks Taman Sari
Tidak jauh dari Keraton, terdapat situs Taman Sari yang dahulunya berfungsi sebagai taman sari atau tempat peristirahatan rahasia keluarga kerajaan. Dibangun pada pertengahan abad ke-18, tempat ini menawarkan arsitektur yang sangat unik, yakni perpaduan antara gaya Jawa, Portugis, dan elemen Islam. Daya tarik utamanya adalah kolam pemandian berwarna biru jernih yang dikelilingi oleh bangunan dengan tembok putih yang ikonik.
Selain kolam, pengunjung juga dapat mengeksplorasi terowongan bawah tanah dan masjid bawah tanah (Sumur Gumuling) yang memiliki desain akustik luar biasa. Struktur bangunannya yang labirin memberikan sensasi petualangan tersendiri bagi anak-anak. Lokasi ini juga menjadi tempat favorit bagi para penggemar fotografi karena sudut-sudut bangunannya yang sangat indah dan sarat akan cerita masa lalu yang penuh misteri.
Museum Benteng Vredeburg
Berada di ujung jalan Malioboro, Benteng Vredeburg berdiri sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme. Benteng yang dulunya dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda ini telah beralih fungsi menjadi sebuah museum sejarah nasional. Di dalamnya, wisatawan dapat melihat puluhan diorama yang menggambarkan kronologi perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan, khususnya yang terjadi di wilayah Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: