Klitih Belum Hilang, JPW Desak Polisi Perketat Pengawasan Malam di Bantul

Klitih Belum Hilang, JPW Desak Polisi Perketat Pengawasan Malam di Bantul

Klitih Belum Hilang, JPW Desak Polisi Perketat Pengawasan Malam di Bantul--FOTO : Dok Polres Bantul

BANTUL, diswayjogja.id – Aksi kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah klitih kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah peristiwa yang terjadi sepanjang Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan kejahatan jalanan masih membutuhkan pengawasan dan penanganan yang lebih konsisten.

Jogja Police Watch (JPW) menilai berbagai program pencegahan yang selama ini dijalankan kepolisian dan pemerintah daerah perlu dievaluasi. Pendekatan dialog dengan masyarakat dan pelibatan keluarga dinilai penting, tetapi harus diikuti langkah konkret untuk memastikan keamanan warga, terutama pada malam hingga dini hari.

Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, menyampaikan pandangan tersebut pada Senin (19/10/2026). Ia menyoroti pentingnya evaluasi program pencegahan sekaligus peningkatan patroli di wilayah rawan kejahatan jalanan, khususnya Kabupaten Bantul.

Sorotan JPW menguat setelah peristiwa di kawasan Pasar Bantul pada Sabtu (17/10/2026) dini hari. Dalam kejadian tersebut, dua remaja diamankan warga dan polisi setelah terjatuh dari sepeda motor ketika dikejar warga. Polisi menemukan sebilah senjata tajam jenis celurit yang diduga dibawa salah satu remaja.

BACA JUGA : Kronologi Dugaan Klitih di Sleman, Pelaku Berjaket Ojol Diduga Tembak Korban dengan Air Softgun

BACA JUGA : Diduga Jadi Korban Klitih, Pemuda Dibacok Orang Tak Dikenal di Ringroad Manding

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Salah satu remaja berinisial AYP, berusia 17 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan membawa atau menguasai senjata tajam tanpa hak. Polisi masih melanjutkan proses penyidikan untuk mendalami kasus tersebut. 

Peristiwa itu bukan satu-satunya kejadian yang menyita perhatian publik pada Oktober ini. Sebelumnya, pada awal Oktober, belasan remaja diamankan polisi setelah terjadi keributan di kawasan Jalan Samas, Sanden, Bantul. Sebanyak 13 remaja dibawa ke Satreskrim Polres Bantul untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami keterlibatan masing-masing dalam peristiwa tersebut.

Meski kejadian di Jalan Samas tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai aksi klitih, peristiwa itu memperlihatkan bahwa persoalan kekerasan yang melibatkan kelompok remaja masih menjadi perhatian serius di Bantul. 

Program Pencegahan Perlu Dievaluasi

Menurut Kamba, Polda DIY bersama jajaran Polres dan Polsek selama ini telah menjalankan sejumlah program untuk menekan kejahatan jalanan. Salah satunya adalah program Jumat Curhat, yang membuka ruang dialog langsung antara polisi dan masyarakat untuk menyampaikan keluhan, persoalan keamanan, serta kondisi lingkungan masing-masing.

BACA JUGA : Polisi Tegaskan Pelajar Tewas di Depan SMAN 3 Yogyakarta Bukan Klitih, Dipicu Duel Antargeng

BACA JUGA : Aksi Klitih di Seyegan Terungkap, Pelaku Lempar Batu hingga Korban Tewas

Selain itu, terdapat program Ibu Memanggil, sebuah inisiatif preemtif dan preventif yang melibatkan keluarga dan pemerintah daerah untuk mencegah anak-anak serta remaja terjerumus dalam kenakalan remaja dan kejahatan jalanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait