Dekat Pasar Hewan dan Warga Berpengalaman, Bumkal Logandeng Kembangkan Usaha Penggemukan Sapi

Dekat Pasar Hewan dan Warga Berpengalaman, Bumkal Logandeng Kembangkan Usaha Penggemukan Sapi

Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, memilih usaha penggemukan sapi sebagai salah satu unit usaha yang dikembangkan.--FOTO :Ilustrasi - Dhani Irawan / diswayjogja id_

GUNUNGKIDUL, diswayjogja.id – Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, memilih usaha penggemukan sapi sebagai salah satu unit usaha yang dikembangkan. Pilihan tersebut tidak lepas dari kondisi masyarakat yang dinilai telah berpengalaman dalam memelihara sapi serta lokasi Logandeng yang relatif dekat dengan Pasar Hewan Siyono.

Sekretaris Bumkal Logandeng, Hery Kuswanto, mengatakan usaha penggemukan sapi dinilai memiliki prospek karena aktivitas jual beli sapi sudah cukup dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Menurutnya, sebagian warga Logandeng telah terbiasa memelihara sapi. Selain itu, keberadaan Pasar Hewan Siyono memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi maupun menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang berkecimpung dalam perdagangan sapi.

"Orang-orang sini rata-rata sudah berpengalaman memelihara sapi. Apalagi dekat dengan Pasar Siyono, jadi orang-orang sering bekerja sama dengan pedagang sapi," kata Hery saat diwawancarai Disway Jogja, Rabu (16/9/2026).

BACA JUGA : Kemarau Bikin Pakan Sulit, Peternak Kambing Bligon di Nglipar Akali Dengan Cacahan Batang Pepaya

BACA JUGA : Domba Merino-Garut Tiga Bulan Tembus Rp1,7 Juta, Tampilannya Bikin Peternak Kepincut

Konsep usaha yang dijalankan Bumkal adalah membeli sapi untuk kemudian digemukkan selama beberapa bulan. Setelah bobot sapi meningkat dan memenuhi target, sapi dijual kembali. Hasil penjualan kemudian dapat diputar untuk membeli sapi berikutnya.

Hery menjelaskan, ketersediaan pakan juga menjadi salah satu pertimbangan Bumkal dalam memilih usaha tersebut. Menurutnya, kebutuhan pakan untuk sapi relatif mudah dipenuhi karena tersedia berbagai jenis hijauan maupun pakan tambahan.

"Pakan lancar. Ada kolonjono, kemudian juga diberikan makanan tambahan dan konsentrat," ujarnya.

Selain hijauan, pemberian konsentrat dilakukan untuk mendukung proses penggemukan. Kebutuhan air minum sapi juga menjadi perhatian karena ternak membutuhkan pasokan air yang cukup selama masa pemeliharaan.

BACA JUGA : Harga Pakan Melambung, Peternak DIY Bagi-bagi Ribuan Ayam Gratis di DPRD dan Malioboro

BACA JUGA : Paguyuban Peternak Telur Gelar Aksi Damai di DPRD DIY, Ini 6 Tuntutannya

Pengembangan usaha tersebut melibatkan warga di wilayah Kalurahan Logandeng. Hery menyebut terdapat sekitar 10 pedukuhan di Logandeng yang menjadi bagian dari proses penjaringan calon penerima atau pengelola ternak.

Namun, tidak semua warga langsung mendapatkan sapi. Bumkal melakukan seleksi dan verifikasi untuk memastikan calon pengelola memiliki kesiapan dalam menjalankan usaha penggemukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait